Tahun 2019 SDN 04 Desa Merakai Panjang Tak Ada Siswa Baru, Ini Penyebabnya

Sambungnya, mungkin faktor orang lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya ke negara Malaysia yaitu sarana dan prasarana sekolah.

Tahun 2019 SDN 04 Desa Merakai Panjang Tak Ada Siswa Baru, Ini Penyebabnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NI MADE GUNARSIH
Ilustrasi-Kegiatan gladi bersih saprahan SDN 03 Pontianak Selatan , Jumat (04/10/2019) 

KAPUAS HULU - Kepala Sekolah SDN 04 Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana, Lambertus menyatakan kalau sekolahnya dalam tahun ini 2019 tidak mendapatkan siswa baru, karena orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke negara Malaysia.

"Kami hanya bisa memberikan pemahaman kepada para orang tua mau pun muridnya, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke Malaysia," ujarnya kepada wartawan, saat acara Petasan di Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana belum lama ini.

Lambertus menjelaskan, saat ini jumlah murid SDN 04 Merakai Panjang sekitar 12 orang.

Sambungnya, mungkin faktor orang lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya ke negara Malaysia yaitu sarana dan prasarana sekolah.

Kekurangan Guru di Perbatasan, Begini Penegasan Wabup Kapuas Hulu

Diawali Bercanda Lempar Sepatu di Embung saat Ultah, Nasib 2 Mahasiswa Baru UIN Berakhir Tragis

Danramil Merakai Berikan Wasbang kepada Mahasiswa Baru STKIP

"Jadi kami tidak bisa berbuat banyak, karena memang kondisi SD Merakai Panjang itu banyak yang rusak. Hal tersebut sudah sering kami sampaikan ke Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Kadisdikbud) Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan hal tersebut sudah pernah disampaikan ke Pemerintah Pusat.

"Kami sudah sering menyampaikan ke Pemerintah Pusat, terkait kondisi pendidikan di wilayah perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana mereka masih banyak belajar atau bersekolah di Negara Malaysia," ujarnya.

Kusnadi juga menjelaskan, faktor utama banyak warga Perbatasan sekolah ke Malaysia seperti, pendidikan lebih bagus, dan setelah sekolah langsung bisa mendapatkan pekerjaan.

"Kalau di Indonesia belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan," ucapnya.

Dalam hal tersebut, kata Kusnadi pihaknya sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kabupaten Kapuas, terkait agar warga disana tidak bersekolah di Negara Malaysia.

"Kita akui juga, sekolah di perbatasan masih jauh dari harapan, baik dari segi guru, infrastruktur sekolah dan sebagainya. Tapi kami terus berupaya berjuang supaya pendidikan di wilayah Perbatasan betul-betul sesuai harapan," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved