KSOP Sebut Operasional Terminal Khusus Milik 2 Perusahaan di Ketapang Tak Sesuai Izin

Biasanya harus ada usulan dari Tersus jika menambah jam kerja atau lembur yang disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

KSOP Sebut Operasional Terminal Khusus Milik 2 Perusahaan di Ketapang Tak Sesuai Izin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Aktivitas bongkar muat pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Dwikora, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat segera selesai untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian Kalbar. 

KETAPANG - Puluhan Warga Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan menggelar aksi protes kepada Tersus PT Mega Sari Utama dan PT Berkat Ketapang Lestari, Sabtu (16/11/2019) malam.

Aksi tersebut mendesak agar dua Tersus yang berdekatan di Dusun 2, Sukabangun tersebut tidak beroperasi hingga larut malam. Pasalnya mereka menilai sangat mengganggu istirahat warga sekitar karena kebisingan yang ditimbulkan ketika adanya aktivitas bongkar muat.

Kepala KSOP Sukabangun, Alber Marbun mengatakan, mengenai jam operasi Terminal Khusus (Tersus) tergantung kebutuhan yang bersangkutan.

Biasanya harus ada usulan dari Tersus jika menambah jam kerja atau lembur yang disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

"Kalau di pelabuhan umum biasanya ada usulan ke KSOP kalau mau melakukan lembur, tersus pun harusnya begitu. Sejauh ini KSOP belum pernah menerima usulan dari Tersus, kalau pelabuhan umum ada," kata Alber, Minggu (17/11).

Pemilik Tersus PT Mega Sari Utama Bantah Tersusnya Belum Miliki Izin

Soal Tersus Ilegal Dibawah Pawan II, Komisi IV DPRD Akan Minta Penjelasan Dishub

Kembali Beroperasinya Tersus Ilegal, Dewan Minta Ketegasan Pemda

Mengenai peruntukan Tersus, menurut Alber, Tersus hanya boleh digunakan khusus pada bongkar muat barang - barang tertentu sesuai izin usaha pokoknya.

Ia menegaskan, apabila diluar usaha pokok tidak diperbolehkan.

"Jika peruntukan untuk sembako, maka diluar itu tidak bisa. Makanya dari itu izinnya tidak keluar-keluar nanti. Dalam hal ini KSOP sudah menyurati terus, mereka saja yang bandel," tegasnya.

"Mengenai bongkar muatnya sesuai atau tidak dengan usaha pokok, kita tidak terus-terusan mengawasi, kita perlu istirahat, anggota KSOP juga hanya sembilan orang," timpalnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved