Berbagai Faktor Jadi Alasan Warga Perbatasan Kapuas Hulu Pilih Sekolah di Malaysia 

Banyak juga warganya (Kecamatan Puring Kencana) selesai sekolah disana dan langsung mendapatkan pekerjaan dan ada menjadi polisi.

Berbagai Faktor Jadi Alasan Warga Perbatasan Kapuas Hulu Pilih Sekolah di Malaysia 
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, saat diwancara di Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana Perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, dalam acara Petasan digelar oleh TNI, Jumat (15/11/2019). 

KAPUAS HULU - Seorang Warga Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana (Perbatasan Indonesia-Malaysia), Andreas menyatakan ada sejumlah pemuda daerahnya yang masih bersekolah di Negara Malaysia.

"Pastinya cukup banyak bersekolah di Negara Malaysia, dengan berbagai macam faktor sehingga harus sekolah disana," ujarnya kepada wartawan, di Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana, Jumat (15/11/2019).

Malah menurut Andreas, di negara Malaysia sudah banyak juga warganya (Kecamatan Puring Kencana) selesai sekolah disana dan langsung mendapatkan pekerjaan dan ada menjadi polisi.

"Inilah mungkin salah satu faktor mengapa warga kita masih menempuh pendidikan di negara Malaysia, karena setelah sekolah langsung mendapat pekerjaan baik di perusahaan maupun pemerintah seperti menjadi polisi," ungkapnya.

Wujud Keberadaan Negara Bagi Warga Perbatasan Melalui TMMD

Calon Kepala Daerah Sambas Diharap Perhatikan Perbatasan

Menyikapi kondisi pendidikan di perbatasan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Kadisdikbud) Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan hal tersebut sudah pernah disampaikan ke Pemerintah Pusat.

"Kami sudah sering menyampaikan ke Pemerintah Pusat, terkait kondisi pendidikan di wilayah perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana mereka masih banyak belajar atau bersekolah di Negara Malaysia," ujarnya.

Kusnadi juga menjelaskan, faktor utama banyak warga Perbatasan sekolah ke Malaysia seperti, pendidikan lebih bagus, dan setelah sekolah langsung bisa mendapatkan pekerjaan.

"Kalau di Indonesia belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan," ucapnya.

Dalam hal tersebut, kata Kusnadi pihaknya sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kabupaten Kapuas, terkait agar warga disana tidak bersekolah di Negara Malaysia.

"Kita akui juga, sekolah di perbatasan masih jauh dari harapan, baik dari segi guru, infrastruktur sekolah dan sebagainya."

"Tapi kami terus berupaya berjuang supaya pendidikan di wilayah Perbatasan betul-betul sesuai harapan," ungkapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved