Penyebab Semburan Air Bercampur Gas di Kayong Utara Belum Diketahui

Dengan demikian, untuk sementara gas yang ikut keluar pun belum diketahui apakah mengandung racun atau tidak.

Penyebab Semburan Air Bercampur Gas di Kayong Utara Belum Diketahui
TRIBUNPONTIANAK/Koramil 1203-11 Simpang Hilir
Penjabat Danramil 1203-11 Simpang Hilir, Peltu Nanang Koswara meninjau sumur bor yang menyemburkan air bercampur gas dan pasir di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Rabu (13/11/2019). 

KAYONG UTARA - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kayong Utara, Tommy Djunaidi mengatakan, untuk sementara penyebab semburan air bercampur gas dan pasir dari sumur bor di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir belum diketahui.

Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Barat rencananya baru akan diturunkan ke lokasi untuk mengambil sampel pada Sabtu (16/11/2019).

Dengan demikian, untuk sementara gas yang ikut keluar pun belum diketahui apakah mengandung racun atau tidak.

"Rencananya besok tim dari provinsi baru ke lokasi mengambil sampel. Ada nanti tim geologi yang akan datang," kata Tommy kepada Tribun, Jumat (15/11/2019).

Sumur Bor Semburkan Air Bercampur Gas, Sudarwin Minta Hasil Uji Lab Segera Disampaikan ke Warga

VIDEO: Sumur Bor Semburkan Gas Bercampur Air dan Pasir

Sumur Bor Semburkan Air Bercampur Gas Setinggi 13 Meter, Warga Khawatir Tanah Ambruk

Tommy mengatakan, penanganan semburan tersebut memang kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Di lain sisi, pihaknya pun tidak memiliki tenaga teknis di bidang geologi.

"Biasanya hasil uji lab baru keluar paling lama dua minggu. Antreannya kan cukup panjang. Tapi nanti juga dilihat mana yang prioritas," ujar Tommy.

Diberitakan sebelumnya, sumur bor menyemburkan air bercampur pasir dan gas di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (15/11/2019).

Warga setempat, Jupri (42) mengatakan, penggalian sumur berkedalaman sekitar 15 meter itu mulai dilakukan pada Senin (11/11/2019).

Sejak itu, sumur mulai menyemburkan air dengan ketinggian hingga sekitar 13 meter.

Hingga Jumat siang, semburan air masih terus terjadi.

Agar air tidak menyembur ke atas, warga berinisiatif membuat sambungan pipa yang direbahkan ke tanah dari lubang sumur

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved