Nasdem Sintang Butuh 1 Kursi untuk Usung Calon Bupati

Tanpa buka pendaftaran penjaringan seperti Parpol lainnya di Kabupaten Sintang. Nasdem Sintang dan Melawi sepakat, mengusung kader partai.

TRIBUNPONTIANAK/Dokumen Nasdem
 Tim Penjaring bakal calon bupati dan wakil bupati DPC Gerindra Sintang menerima penyerahan berkas pengembalian formulir pendaftaran dari Jarot Winarno 

SINTANG - Nasdem hanya butuh satu kursi untuk dapat mengusung kadernya maju dalam pesta demokrasi Pilkada Sintang 2020 mendatang.

Partai pemenang pemilihan legislatif di Kabupaten Sintang ini, meraih 7 kursi terbanyak. Kadernya pun mulus duduk sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang. 

“Kita secara syarat tinggal 1 kursi aja, karena Nasdem sudah 7 kursi,” kata Ketua DPD Nasdem Sintang, Herry Syamsuddin kepada Tribun Pontianak, Jumat (15/11). 

Arah koalisi baru pun mulai dibangun oleh partai besutan Surya Paloh ini.

Kader terbaiknya, Jarot Winarno kembali diusung.

Tanpa buka pendaftaran penjaringan seperti Parpol lainnya di Kabupaten Sintang. Nasdem Sintang dan Melawi sepakat, mengusung kader partai.

Kongres ke II Partai Nasdem, Sy Abdullah Puji Pidato Politik Surya Paloh

Kongres NasDem, Sy Abdullah Alqadrie Singgung Hubungan dengan Partai Luar Pemerintah Hingga Anies

Nama Jarot Winarno pun diusulkan. Jarot yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Sintang hingga akhir 2021 mendatang sudah didaftarkan ke sejumlah Parpol untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi. Hingga saat ini, baru tiga Parpol yang sudah terdaftar nama Jarot Winarno sebagai bakal calon kepala daerah: PDIP, PAN dan Gerindra.

Jumat Pagi, Jarot Winarno mendatangi langsung sekretariat DPC Gerindra yang berada di Gang Aneka 3, Jalan YC Oevang Oeray. Tanpa ganti baju pasca menghadiri rapat paripurna di DPRD, Jarot langsung bertandang ke Gerindra.

Tak seperti dengan Partai lain yang juga dijajaki koalisi. Jarot langsung yang mengantar pengembalian berkas penjaringan bakal calon bupati ke partai Gerindra. Kata Jarot, untuk membuktikan keseriusannya membangun koalisi.

Pada Pilkada 2015 silam, Nasdem dan Gerindra bersebrangan.

Saat itu, Gerindra dan PKB berkoalisi mengusung Agrianus– Muhammad Choiman Wahab. Sementara Nasdem, Golkar dan PPP berkoalisi bersama mengusung Jarot Winarno-Askiman.

Pasangan JAS (Jarot-Askiman) meraih suara terbanyak, mencapai 41, 70 persen.

Pada Pileg lalu, Parta Gerindra Sintang meraih 4 kursi di DPRD. Sementara Nasdem, 7 kursi. “Kita ingin membangun koalisi untuk bersama membangun Sintang,” kata Herry Syamsuddin. 

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved