Kemenkumham Serahkan 8 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Kalbar

Adapun HKI ini diberikan kepada 8 produk yang sudah mempunyai merk yang ada di Kalbar dsn berhak mendapatkan sertifikat

Kemenkumham Serahkan 8 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Para pemilik merk yang mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkum HAM RI foto bersama usai menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dalam rangkaian acara kunjungan kerja jajaran Kementerian Hukum dan HAM RI di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Kamis (14/11/2019). Pada kesempatan ini Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, R.Benny Riyanto menyerahkan sertifikat merk kepada 8 pemilik merk, antara lain Kopi Asiang, Salep Gamato, Beras Slip Super, Dan2, Oto Gehter, Kanun, Aa 98 dan Arthalon. 

PONTIANAK - Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum Ham) RI hadir langsung menyerahkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang ada di Kalbar diselenggarakan di Balai Petitih , Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (14/11/2019).

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Benny Riyanto menyampaikan berbicara tentang kekayaan intelektual saat ini menjadi perbincangan dikalangan dunia usaha.

Adapun HKI ini diberikan kepada 8 produk yang sudah mempunyai merk yang ada di Kalbar dsn berhak mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Membangun Hubungan Kerja Sama Indonesia-Amerika dengan Sertifikat Halal

Kopi Asiang Dapat Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkumham RI

Tjhai Chui Mie Terima Sertifikat Lahan Seluas 151,45 Hektare untuk Pembangunan Bandara Singkawang

"Bagaiamana tidak beberapa tahun lalu kita sering mendengar dan melihat beberapa sengketa usaha terjadi hanya karena masalah hak kekayaan intelektual," ujarnya.

Dengan adanya kesadaran masyarakat akan manfaat hukum terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual menjadikan masyaralat lebih aman terlindungi dan lebih sejahtera.

"Aman karena produk yang dihasilkan terlindungi oleh undang- undang tidak ada lagi pihak yang menduplikasi atau melakukan pemalsuan terhadap hasil karya merek, serta sejahtera karena sebagai pemilik HKI kita berhak memperoleh royalti dari hasil pemanfaatan secara komersil maupun ekonomi oleh pihak lain," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved