Jarot Kembalikan Formulir Pilkada Sintang, Pengamat: Masih Berjalan Dinamis

Survei-surveikan dasar berpijak untuk orang menentukan langkah, kemudian maju dengan peluang yang ada.

Jarot Kembalikan Formulir Pilkada Sintang, Pengamat: Masih Berjalan Dinamis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Bupati Sintang, Jarot Winarno 

PONTIANAK - Pengamat Politik FISIP Untan Jumadi mengatakan sebagai inkamben tentu hal yang wajar survei popularitas lebih tinggi, kalau tingkat popularitasnya bawah dari pendatang baru tentu jadi persoalan.

Survei-surveikan dasar berpijak untuk orang menentukan langkah, kemudian maju dengan peluang yang ada.

Tentu partai punya pertimbangan-pertimbangan dengan calon yang diusung, situasinya masih tetap dinamis, inikan masih dalam waktu yang cukup panjang, calon atau parpol untuk berembuk siapa yang layak menjadi pasangan calon.

Menurut saya, tidak bisa juga kita pastikan apakah Pak Jarot dengan wakil yang lalu atau maju sendiri, semua serba kemungkinan, itu hal yang wajar menurut saya.

Komunikasi Politik ke Beberapa Partai Hampir Rampung, PAN Pastikan Usung Balon di Pilkada 2020

Cari Pasangan, Jarot Akan Gunakan Lembaga Survei

Dua Pertimbangan Jarot untuk Maju Atau Tidak Pada Pilkada Sintang 2020

Potensi untuk calon tunggal juga tentu ada, namun saya rasa kemungkinan kecil. Saya sekaligus mengimbau, calon tunggal dibenarkan, namun dalam kontestasi demokrasi tidak baik, jadi itu menurut saya parpol menunjukan kelemahannya.

Kita menghargai jika muncul calon tunggal, UU juga tidak masalah, namun dalam kontestasi demokrasi tidak elok, kita harapkan partai juga memberikan warna politik yang memberikan pembelajaran jika demokrasi memberikan pilihan.

Saya pikir dengan kelebihan dan kekurangannya ada perkembangan-perkembangan di Sintang.

Target-target, kebetulan saya mengevaluasi RPJM untuk Sintang, namun ini objektif, tidak ada kepentingan politik.

Ada target-target yang selama beberapa tahun ini melebihi, namun juga ada hal-hal yang masih terus dikejar, terutama masalah infrastruktur, namun dalam banyak hal ada progres terutama karena anggaran terbatas sehingga harus menentukan skala prioritas.

Paling tidak sejak dari Pak Milton dan Pak Jarot, berangkat dari Pak Milton menurut saya mampu meletakkan pondasi Sintang sebagai pusat pemerintahan jika nanti menjadi Kapuas Raya, pondasi itu sudah diletakkan, Sintang siap dengan infrastruktur yang ada di kotanya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved