Abdul Mukti Harap Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bisa Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

Ia mengucapkan selamat kepada IPM atas Tanwir kali ini. Bulan ini ia katakan memang menjadi Tanwir bagi Muhammadiyah.

Abdul Mukti Harap Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bisa Lanjutkan Estafet Kepemimpinan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama saat Pembukaan Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah 2019 bersama Perwakilan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Pusat ditemani oleh Perwakilan DPR RI, Zulkifli Hassan beserta jajaran Forkopimda Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar , Jumat (15/11/2019). 

PONTIANAK - Pembukaan Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah 2019 hari ini dibuka langsung oleh Perwakilan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Pusat ditemani oleh Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hassan beserta jajaran Forkopimda Kalbar.

Setelah itu dilanjutkan dengan seminar 4 pilar kebangsaan oleh Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hassan yang diselenggarakan di Pendopo Gubernur Kalbar , Jumat (15/11/2019).

Sekretaris PP IPM, Abdul Mukti mengatakan pada pembukaan Tanwir IPM 2019 di Pontianak Perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhalangan hadir dan diwakili dirinya.

Ia mengucapkan selamat kepada IPM atas Tanwir kali ini. Bulan ini ia katakan memang menjadi Tanwir bagi Muhammadiyah.

"Ini menjadi bukti bahwa IPM sebagai salah satu dari Muhamadiyah memili kiprah luaa biasa , kami mengapresiasi apa yang telah di raih dan kini IPM sudah menjadi pelajar terbaik di Indonesai bahkan se -Asia," ujarnya.

SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Ikuti Talkshow Literasi Digital Generazi Z di Era Revolusi Industri 4.0

Diskusi Pemuda Muhammadiyah Ketapang: Kontribusi Pemuda Dalam Membangun Ketapang Di Era Digital

Profil Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Helman Fachri, Alumni S3 Unpad Bandung

Ia mengatakan sesuai mars IPM senantiasa tidak hanya bersatu menjalin Uhkuwah tapi selalu setia untuk umat dan bangsa dan senantiasa menyiapkan IPM tampil sebagai kader yang melanjutkan estafet kepemimpinan hingga tingkat nasioanal.

"Muhamamdiyah berharap kader IPM tidak hanya mengisi kepemimpinan Muhammahdiyah tapi dengan waktunya bisa tampil di kepemimpinan nasional," ujarnya.

Ia mengatakan kedepan bagaiamana IPM sebagai otonomi penggerak Muhammdiyah memiliki peran penting di berbagai persoalan yang dihadapi. IPM harua menjadi bagian dari organisasi penyelesai masalah.

Tantangan IPM kedepan bagaimana membangun generasi yang kuat. Memerlukan kekuatan ilmu, jasmani dan agama maka ia yakin IPM bisa menjadi penting dalam memajukan bangsa.

"Kami berharap IPM bisa lebih serius menggarap dan membina peran generasi muda khususnya pelajar Indonesia ," ujarnya.

Ia katakaan Indonesia sudah memiliki SDM yang siap memasuki bonus demografi. Indonesia juga bisa di peringkat nomor 4 dunia karena memikili SDM yang melimpah.

"Kekuatan yang dimiliki Indonesia adalah kekuatan dalam persatuan ," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved