Wabup Askiman Sebut Masyarakat Tidak Bakar Ladang Tahun 2020, Asal Ada Subsidi dari Pemerintah

Pemerintah daerah kata Askiman, bukan abai terhadap peladang.................................

Wabup Askiman Sebut Masyarakat Tidak Bakar Ladang Tahun 2020, Asal Ada Subsidi dari Pemerintah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman 

SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Askiman meyakini apabila pemerintah pusat turun tangan mencari solusi para peladang, maka tahun 2020 masyarakat akan sejahtera dan tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.

"Saya yakin tahun 2020 kalau pemerintah pusat memberikan pembinaan, mereka akan sejahtera, tanpa membakar lahan dengan catatan pemerintah pusat memberikan subsidi pupuk, kapur, dan peralatan pertanian," kata Askiman, Kamis (14/11).

Pemerintah daerah kata Askiman, bukan abai terhadap peladang.

Buktinya, Pemkab mengakomodasi kearifan lokal tersebut dengan mengeluarkan Perbup tata cara membuka lahan asal tidak lebih dari 2 hektare.

Menurut Askiman, beban keuangan daerah tidak mampu memberikan subsidi terhadap para peladang.

Masyarakat Peladang Kawal Sidang Perdana Kasus Karhutla di Pengadilan Negeri Sintang

Mahasiswa Desak Usut Tuntas Korporasi yang Terbukti Membakar Lahan

Ustadz Abdul Somad: Pelaku Pembakar Lahan Musti Digantung di Monas, Bandingkan Pengedar Narkoba

"Kenapa pemerintah daerah tidak memikirkan itu, kita hitung, berapa pendapatan daerah, dana alokasi umum ke daerah sudah betul kah kriterianya.

"Yang tidak melihat luasan wilayah, jangkauannya transporatsi yang penuh dengan ketertinggalan, kalau dibebankan pada daerah, otomatis tidak mampu dalm bentuk kebijakan tata kelola keuangan secara nasional seperti ini" bebernya.

Pemerintah pusat jelas Askiman harus mampu memikul beban yang seperti ini. Sebab, pusat yang menerapkan
regulasi supaya masayarakat tidak membuka lahan dengan cara bakar.

"Dia harus siap juga bertanggunjawab dengan regulasi itu, berikan pembinaan, berikan cara yang benar, bantu subdisi, peralatan pertanian. Pemerintah daerah tidak mampu, anggaran kecil," jelasnya.

Askiman menilai, bantuan pemerintah pusat terhadap para petani sangat dibutuhkan, supaya persoalan ini tidak terus terulang tiap tahun.

"Pemerintah pusat harus memberikan subsidi pupuk, kapur, karena yang mereka mau mengatasi tingkat keasaman tanah, bisa tabur kapur pasti tanaman bisa subur dibantu pupuk. Kalau tidak dilakukan ya ndak ada solusi, tahun depan pun, mungkin akan lebh banyak lagi yang ditangkap. Sekarang dosa siapa?," tanya Askiman.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved