Sidang Perdana Peladang di Sintang, Penasihat Hukum Sepakat Tidak Ajukan Eksepsi

Keenam peladang didakwa undang-udang 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup

Sidang Perdana Peladang di Sintang, Penasihat Hukum Sepakat Tidak Ajukan Eksepsi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
JALANNYA PERSIDANGAN: Persidangan perdana dengan agenda pembacaan dakwaan JPU atas enam terdakwa perkara Karhutla berlangsung aman dan kondusif di Pengadilan Negeri Sintang. Puluhan masyarakat berkumpul memberikan dukungan moril terhadap enam terdakwa selama proses persidangan. 

SINTANG - Penasihat hukum enam terdakwa Karhutla, Glorio Sanen, sepakat tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa yang dibacakan oleh jaksa pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Sintang, Kamis (14/11/2019).

“Atas dakwaan yang disampaikan penutut umum, tentunya kami sudah sepakat untuk tidak melakukan eksepsi atas dakwaan, kemudian kita akan lanjutkan dengan pemeriksaan saksi,” kata Glorio Sanen.

Ada tiga undang-udang yang didakwa untuk enam terdakwa kasus Karhutla yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dakwaan saat persidangan.

Polres Sintang Kerahkan 110 Personel Jaga Jalannya Persidangan Peladang

Selain Jamin Peladang, DAD Sintang Juga Siapkan Penasehat Hukum

Masyarakat Peladang Kawal Sidang Perdana Kasus Karhutla di Pengadilan Negeri Sintang

Keenam peladang didakwa undang-udang 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, kemudian Undang-undang Perkebunan, KUH-Pidana.

“Bagaimana pembuktian dipersidagan tergantung penuntut umum, menggunakan pasal yang mana dalam rangka melakukan tuntutan terhadap para terdakwa,” jelas Glorio Sanen.

Glorio Sanen mengucapkan terima kasih atas dukungan moril pada peladang yang datang menyaksikan langsung sidang di Pengadilan Negeri Sintang.

“Dukungan ini menjadi sangat berarti bagi klien saya dalam rangka meyakinkan bahwa berladang merupakan kearifan lokal dan sudah dilakukan secara turun temurun dilakukan."

"Tentunya proses persidangan ini bukan hanya bukan untuk enam terdakwa ini, tapi ini terkait dengan masa depan peladang di Kalbar,” ungkap Glorio Sanen. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved