BNNK Mempawah Lakukan Penyuluhan Narkotika di Kalangan ASN Kabupaten Mempawah

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kesbangpol Setda Mempawah, dan diikuti puluhan ASN Dilingkungan Pemda Mempawah.

BNNK Mempawah Lakukan Penyuluhan Narkotika di Kalangan ASN Kabupaten Mempawah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembukaan Pencangan Kampung KB ke 17 oleh asisten tata Praja Pemda Mempawah Juli Suryadi Burdadi. Kamis (06/11/2018). 

MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar penyuluhan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang pencegahan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika dan minuman keras di Aula Kantor Bupat Mempawah, kamis (14/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kesbangpol Setda Mempawah, dan diikuti puluhan ASN Dilingkungan Pemda Mempawah.

Dimana penyuluhan tersebut, diberikan oleh kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah.

Asisten Tata Praja, Pemda Mempawah, Juli Suryadi Burdadi mengatakan penyuluhan yang dilaksanakan terhadap para Aparatur sipil Negara di lingkungan Kabupaten Mempawah, sebagai bentuk untuk memberikan pemahaman akan bahayanya narkoba, yang semakin marak.

"Dengan adanya penyuluhan ini, kita berusaha melakukan pencegahan akan penyalahan Narkotika, karena dalam pencegahan narkotika, butuh peran semua pihak," ujarnya.

BNN Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba di Perusahaan Sawit

Beracuan Permenkes 44 Tahun 2019, Pegiat Kratom Diharap Tak Gusar dengan Sikap BNN

Komphar Nilai Informasi BNN Terkait Kratom Tak Utuh dan Timbulkan Kegaduhan

Menurutnya, penyalahgunaan dan peredaran narkotika, serta obat-obatan terlarang, menjadi masalah yang kompleks, karena berdampak negatif.

"Narkoba ini, masuk kategori kejahatan luar biasa, dimana akibat dari menggunakan narkoba banyak menimbulkan berbagai kejahatan, yang bisa saja terjadi. Seperti perdagangan gelap wanita dan anak,pencurian, prostitusi dan lainnya," katanya.

Saat ini diakuinya sudah ada kesepakatan antar lembaga yang telah dirumuskan dalam peraturan bersama. Ini menurutnya merupakan bentuk komitmen bangsa Indonesia, untuk menangani masalah narkoba.

"Pada kesepakatan tersebut kepada para pecandu narkoba akan direhabilitasi,agar lepas dari ketergantungan barang terlarang tersebut, namun bagi para pengedar narkoba akan diberikan hukuman yang berat. Dan kita, sebagai ASN harus berkomitmen tinggi menjadi pelopor mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain di sekitar kita," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved