Tiga Tantangan Besar Anak Muda, Satu di Antaranya Pengangguran Terdidik
Dicontohkan Kurniawan, sebagian besar anak muda hidupnya saat ini identik dari cafe ke cafe, hidupnya tidak produktif.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG- Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Kurniawan saat ini ada tiga kelompok masyarakat yang starategis dalam kehidupan yang semakin global. Pertama adalah anak muda, wanita dan yang ketiga adalah netizen.
"Namun saat ini, anak muda memiliki tiga tantangan besar yakni pertama produktivitas," ungkap Kurniawan.
Dijabarkan Kurniawan, anak muda selalu dipandang sebelah mata karena tidak punya produktivitas dan tidak mampu menghasilkan nilai tambah. Bahkan anak muda juga mengurangi nilai tambah, sehingga ini menjadi tantangan besar anak muda.
• Mengubah Status Pendidikan Terakhir di KK Penting? Berikut Penjelasannya
• VIDEO: Buka Job Fair, Edi Kamtono: Tujuannya untuk Mengurangi Pengangguran di Pontianak
"Ke depan anak muda ini harus membuktikan dirinya bahwa mampu meningkatkan produktivitas di manapun dia berada," kata Kurniawan.
Tantangan kedua anak muda, kata Kurniawan yaitu kemandirian.
Dimana anak muda selalu di cap tidak mandiri bahkan selalu minta difasilitasi.
Dicontohkan Kurniawan, sebagian besar anak muda hidupnya saat ini identik dari cafe ke cafe, hidupnya tidak produktif.
Dikatakan juga sebagai generasi menunduk yang hidupnya sehari-hari di habiskan untuk bermain game.
"Sehingga itu menjadi sebuah tantangan besar anak muda bagaimana menunjukan dirinya bahwa dirinya bisa mandiri dan tidak tergantung pada orangtua atau pada siapapun," terang Kurniawan
Dari tidak produktif dan tidak mandiri, maka yang menjadi tantangan besar selanjutnya adalah kesejahteraan.
Dimana anak muda diliputi rasa takut tentang masa depannya.
"Kita punya penganggur terdidik yang sangat besar, tiap tahun kita memproduksi penganggur terdidik, yaitu orang-orang yang tidak mampu bersaing di dunia kerja meskipun dengan status pendidikan yang tinggi," ungkapnya.
Kurniawan optimis, tiga tantangan tersebut bisa diubah generasi muda manakala mampu mengubah mindset dan culture set yang dimilikinya.
"Membangun karakter itu adalah membangun diri pada generasi muda itu sendiri seperti membangun watak, etos, sikap, komitmen dan membangun kemampuan diri untuk menjadi bagian penting dalam masyarakat," ujar Kurniawan. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelaksana-tugas-plt-asisten-i-sekretariat-daerah-kabupaten-sintang-kurniawan-sd.jpg)