Puskesmas Wilayah Pontianak Timur Bebas Kasus DBD

karena sudah menjadi program rutin tahunan terutama dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Puskesmas Wilayah Pontianak Timur Bebas Kasus DBD
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Aktivitas UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak timur 

Puskesmas Wilayah Pontianak Timur Bebas Kasus DBD

PONTIANAK - Puskesmas Kampung Dalam, Pontianak Timur atau dikenal kawasan Beting berupaya mempertahankan status bebas kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) setidaknya sepanjang 2019 ini.

Kepala Puskesmas Kampung Dalam, Syarifah Latifah mengatakan, pihaknya bersyukur sepanjang 2019 ini setidaknya hingga November bulum ada kasus DBD di wilayah kerjanya, baik Kelurahan Dalam Bugis maupun Tanjung Hilir.

"Alhamdulillah ditahun 2019 ini Puskesmas Kampung dalam belum ada kasus DBD, yang ada hanya suspek, jadi masih gejala belum sampai ke DBD," katanya kepada Tribun Rabu (13/11/2019)

Wakil Bupati Aloysius Panen Perdana Padi Gapoktani Bindang Jaya

Dewan Sanggau Prihatin Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur

Kendati demikian pihak tetap tidak ingin lengah. Langkah pencegahan tetap dilakukan, karena sudah menjadi program rutin tahunan terutama dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Kami selalu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk, salah satunya dengan menaburkan abate ditempat tempat penampungan air di wilayah kami, baik kelurahan Dalam Bugis maupun Tanjung Hilir. Itu rutin kami lakukan tiga bulan sekali," katanya

Meski diakuinya memang ada beberapa tantangan dimasyarakat untuk mengajak aktif melakukan PSN. Karena ini memang lebih efektif.

"Tapi kami punya tanggung jawab terus melakukan PSN dan penyuluhan baik didalam gedung maupun luar gedung," katanya

Memang kewaspadaan meningkat ketika musim Pancaroba yang terjadi pada september, oktober dan november. Namun menurutnya kondisi saat ini bisa berubah, bisa saja terjadi pada awal tahun.

"Nyamuk DBD telurnya itu bisa bertahan tiga bulan, begitu ada hujan dia langsung menetas. Maka antisipasinya adalah dengan PSN dengan menambur abate untuk memutus mata rantai penularan," ungkapnya

Jadi ditegaskanya fogging bukan salah satu cara memutus mata rantai penularan. Fogging terbagi menjadi dua yakni sebelum penularan dan setelah penularan.

Dewan Sanggau Prihatin Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur

" Biasanya kalau sudah terjadi kasus misalnya di RT 1 semua sepakat untuk difogging namun biasanya kita laksanakan itu di beberapa RT dan sekolahan. Nah kadang dilema kalau ada satu rumah tidak mau, fogging jadi sia-sia," ujarnya

Berkaca dari tahun ketahun, ia bersyukur angka kasus DBD di wilayah Kampung Dalam terbilang kecil dan bukan termasuk wilayah endemik. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Zulkifli
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved