Citizen Reporter

Perkuat Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Fokus Kembangkan Kendaraan Listrik

Transformasi tersebut fokus memperbaiki sektor industri manufaktur, mendorong ekspor, menjaga impor, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Perkuat Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Fokus Kembangkan Kendaraan Listrik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika memberikan keynote speech dalam Seminar “Electric Vehicles Expansion in Indonesia”, di The Westin Jakarta Hotel, Selasa (12/11). 

Citizen Reporter
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Hermin Esti Setyowati

PONTIANAK - Pemerintah terus menjaga kinerja perdagangan internasional sekaligus memperkuat permintaan domestik, mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang diproyeksikan masih akan melalui beberapa tantangan, baik secara global maupun domestik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pertama pemerintah tetap fokus meningkatkan ekspor dengan merevitalisasi industri manufaktur, yang diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi, nilai tambah dan daya saing dari produk ekspor non-komoditas.

Kedua, pemerintah memperkuat investasi, yang pertumbuhannya ditargetkan lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi.

Puspa Sanggau Prihatin Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur

Serius Maju Pada Pilkada 2020, PKPI Sekadau Terima Formulir Pendaftaran Rupinus

Untuk mencapai target ini, investasi asing dan domestik harus didorong melalui berbagai kebijakan yang menimbulkan kemudahan berinvestasi di negara ini, termasuk relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), program fasilitasi investasi, pemberian tax holiday, peningkatan performa Ease of Doing Business (EoDB), serta penyusunan Omnibus Law untuk membangun ekosistem investasi.

Kemudian, yang ketiga yaitu pemerintah mempersiapkan rencana pembangunan jangka menengah yang mengedepankan transformasi struktur ekonomi.

Transformasi tersebut fokus memperbaiki sektor industri manufaktur, mendorong ekspor, menjaga impor, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Pasalnya, hal ini merupakan solusi penting untuk mengatasi jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap), agar Indonesia mampu menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Untuk memajukan industri manufaktur, Indonesia telah berkomitmen mempercepat implementasi Revolusi Industri 4.0. Kami percaya dengan mempercepat itu, maka akan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, daya saing global dan market share ekspor dunia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika memberikan keynote speech dalam Seminar “Electric Vehicles Expansion in Indonesia”, di The Westin Jakarta Hotel, Selasa (12/11).

Pada tahap awal, fokus Indonesia lebih kepada lima sektor industri, yang salah satunya adalah industri otomotif.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved