Komisi IV DPRD Ketapang Minta Kontraktor Pelang – Batu Tajam Jangan Hanya Kejar Target

Berdasarkan pemaparan Dinas PU dan pelaksana, diprediksi akan selesai tanggal 15 Desember 2019 secara keseluruhan.

Komisi IV DPRD Ketapang Minta Kontraktor Pelang – Batu Tajam Jangan Hanya Kejar Target
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Monitoring yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Ketapang ke proyek pekerjaan jalan Pelang - Batu Tajam. 

KETAPANG - Menindaklanjuti monitoring pekerjan Jalan Pelang - Batu Tajam dengan dana bersumber dari APBD senilai Rp 58 Miliar, Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Ketapang memanggil Dinas Pekerjaan Umum, konsultan dan pelaksana proyek beberapa waktu lalu.

Pemanggilan tersebut guna meminta laporan progres 45 persen pekerjaan sesuai permintaan Komisi IV pada monitoring kemarin. Saat itu, Komisi IV menekankan target 45 persen minggu pertama bulan November 2019.

“Kita sudah rapat bersama Dinas PU, konsultan dan pelaksananya kemarin. Soal penyerapan anggaaran dan progres kerja seperti yang kita diminta dapat mereka penuhi, yakni 45,60 persen progres,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh ST Msi, Rabu (13/11/2019).
 

Ditolak Jadi Pemenang Lelang di Melawi, Kontraktor Siap Gugat Hingga Surati KPK

Pembangunan Rusun Yayasan Kemah Injil Sintang Rp 12,9 M dari APBN, KemenPUPR Ingatkan Kontraktor

Kerjakan Proyek Pemerintah, Dedy: Kontraktor Harus Gunakan Material Berizin

Dalam rapat, diakui Sholeh, pihaknya telah melakukan kesepakatan bersama sebagai komitmen bahwa pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu.

Berdasarkan pemaparan Dinas PU dan pelaksana, diprediksi akan selesai tanggal 15 Desember 2019 secara keseluruhan.

“Dari pemaparan Dinas PU yang kemudian diikuti pelaksana, mereka memastikan pekerjaan akan selesai 100 persen pada 15 Desember mendatang. Untuk kesanggupan itu, kita berikan dukungan,” ungkapnya.

Meski telah mencapai progres 45 persen dan dapat menyelesaikan pekerjaan minggu kedua bulan Desember, pihaknya tetap menekankan agar pelaksana tidak mengenyampingkan kualitas pekerjaan.

“Jangan kejar target tapi kualitas tidak bermutu. Jika LPA-nya masih bergelombang, kita minta itu dicakar kembali untuk pemadatannya. Jadi bukan hanya ditutup dan sekedar tampal sulam,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Sebagai bentuk pengawasan, untuk itu Sholeh mengajak seluruh masyarakat agar dapat mengawasi pekerjaan Jalan Pelang -Batu Tajam. Karena, pihaknya tidak mengiginkan proyek yang menelan dana Rp 58 miliar lebih itu hasilnya tidak maksimal.

“Nanti kami akan minta ke Badan Musyawarah DPRD agar bisa menjadwalkan monitoring kesejumlah mega proyek pada awal Desember, utamanya Jalan Pelang – Batu Tajam dalam rangka memastikan pekerjaan itu berkualitas dan sesuai kontrak,” pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved