Dugaan Pembalakan Liar di Meliau, WALHI Angkat Bicara

Seharusnya sebelum perusahaan beroperasi, terlebih dahulu mengantongi izin pemanfaatan kayu (IPK).

Dugaan Pembalakan Liar di Meliau, WALHI Angkat Bicara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Dugaan aktivitas dugaan pembalakan liar di Meliau beberapa waktu lalu 

Dugaan Pembalakan Liar di Meliau, WALHI Angkat Bicara

PONTIANAK - Terkait adanya aktivitas dugaan pembalakan liar di Meliau, Direktur Lembaga Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Anton angkat bicara.

Ia mengatakan, aktivitas pembalakan liar tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan yang akan membuka jalan (land clearing). 

Namun, kata dia, pembukaan land clearing oleh perusahaan tersebut dapat dikatakan illegal.

Seharusnya sebelum perusahaan beroperasi, terlebih dahulu mengantongi izin pemanfaatan kayu (IPK). 

Bom Bunuh Diri di Medan, Ini Tanggapan Driver Ojol Pontianak

Angka Stunting di Sintang 24 Persen, Kadinkes Imbau Masyarakat Tidak BAB Sembarang

VIDEO: Bermodal Google Buat Roket, Kepala SMPN 28 Tak Sangka Muridnya Wakili Indonesia ke Jepang

"Dinas Kehutanan Kalbar mengeluarkan tiga surat yang sangat kontraproduktif dan tidak saling menguatkan," ujar Anton.

Ia menjelaskan, jika melihat surat Dinas Kehutanan Kalbar yang dikeluarkan terakhir kali, menyebutkan bahwa belum ada proses survei ataupun pemberian rekomendasi.  

Menurut Anton, adanya tiga surat itu, menguatkan dugaan, ada proses penerbitan perizinan yang dipotong, agar kemudian perusahaan tambang itu bisa beraktivitas membuka lahan.

Dimana faktanya pada surat terakhir mementahkan dari surat yang telah dikeluarkan (sebelumnya). 

Pasca Bom Polrestabes Medan, Kapuas Hulu Siaga Satu

Oleh karena itu, dia menambahkan, klarisifkasi dari Dinas Kehutanan menjadi penting, agar kemudian kasus beroperasinya perusahaan yang diduga illegal ini betul-betul dapat terungkap. Apakah ada dugaan permainan di lapangan dan penyalahgunaan wewenang. 

Halaman
123
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved