Stop Bullying, Praktisi Psikolog Hingga DPR RI Akan Meninjau Kembali Usulan Perda

Tanpa disadari, akibat buly yang sering terjadi ternyata sangat merugikan bagi seseorang yang merasakannya.

Stop Bullying, Praktisi Psikolog Hingga DPR RI Akan Meninjau Kembali Usulan Perda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
foto bersama dengan pengisi materi 

Stop Bullying, Praktisi Psikolog Hingga DPR RI Akan Meninjau Kembali Usulan Perda

PONTIANAK - Tindakan kekerasan Buly di Indonesia masih terbilang tinggi. Hal ini dilandasi dengan maraknya video-video yang viral akibat candaan, bahkan kekerasan terhadap orang lain.

Tanpa disadari, akibat buly yang sering terjadi ternyata sangat merugikan  bagi seseorang yang merasakannya.

Seorang ahli psikolog, atau praktisi psikolog, Yun Amalia, S.Psi, CHT, mengungkapkan bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan.

Mundur dari Demokrat, Deddy Mizwar Gabung Gelora

Claudia Emmanuela Santoso Juara The Voice Jerman 2019, Bawakan Lagu I Have Nothing Whitney Houston

Dikatakannya, ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya serta dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar.

Dengan demikian, Owner Lovelife Holistic Education Center, Sherlly Hungan mengadakan seminar mini yang diikuti dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa untuk membuka pola pikir bahwa kekerasan bullying harus dicegah sejak saat ini.

Ia juga meminta kepada pemateri yang hadir agar bisa memberikan ilmu yang bermanfaat untuk dipahami oleh audiens yang hadir dalam seminar "Stop Bullying" di Hotel Maestro Kota Pontianak, Minggu (10/11/2019).

Pendaftaran CPNS SSCN BKN Hari Ini Senin Dibuka, Ikuti Alur Via Portal Sscasn.bkn.go.id

Kehadiran seminar ini juga diisi oleh pemateri dari psikolog, pemerhati anak perwakilan Kak Seto, Akhmad Fathoni, Tenaga Ahli DPR RI, Kasubnit PPA Satreskrim Polresta Pontianak Kota, Ipda Imas Niken Kusumaningrum STr. K dan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pontianak, Husein, SP.

Sekurangnya ada 70 audiens yang hadir dalam seminar kali ini. Dimana kegiatan ini dibuka secara gratis bagi umum, dan juga mahasiswa yang turut hadir dari jurusan Psikolog Universitas Muhammadiyah.

Sebagai pemateri utama, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pontianak, Husein, SP mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung sekali permintaan masyarakat untuk mengajukan Perda (Peraturan Daerah) yang mana jaminan masyarakat bisa terjaga dengan adanya aturan yang sudah dibuat dari masyarakat tersebut.

"Kita sangat menampung aspirasi masyarakat terhadap kasus bullying yang sering terjadi di Kalbar. Kendati demikian, masyarakat bisa menjaga tata Krama serta attitude yang baik bukan hanya melalui lisan, tetapi tulisan serta sikap di lingkungannya," ujarnya.

Untuk itu, Husein mengaku jika ada wadah dan laporan-laporan dari masyarakat, agar segera melaporkan atau meminta rujukan agar segera didiskusikan untuk kedepannya.

Ternyata, sikap ini disambut baik juga oleh Tenaga Ahli DPR RI, Akhmad Fathoni. Ia yang datang mewakili suara DPR RI, sudah beberapa kali menerima laporan dari daerah-daerah, namun hal ini akan ditinjau kembali untuk dibahas di DPR RI jika banyak laporan yang masuk dari setiap daerah-daerah.

"Saya melihat, kondisi bullying yang sering terjadi memang sangat merugikan. Bermula dari hal kecil, itu ternyata bisa menjadi sebuah kebiasaan yang besar jika dibiarkan begitu saja, saya harap, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, bisa membuka jalan baru untuk melindungi diri dari bullying," tegasnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved