Lapas II A Pontianak Jadi Lapas Industri Produktif

Sejak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Lapas II A Pontianak Jadi Lapas Industri Produktif 

PONTIANAK - Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak kini lebih berdaya dana kreatif.

Sejak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan pelatihan kepada mereka.

Dibalik jeruji penjara, terdapat banyak potensi masyarakat yang bisa diberdayakan menjadi sebuah karya yang memiliki nilai jual tinggi. Melalui pemberdayaan tersebut, sekitar 100 WBP, (warga binaan pemasyarakatan) ikut bergabung di dalam sebuah Bengkel Latihan (Benglat) yang menghasilkan karya-karya kreatif dengan menembus pasar Internasional serta dapat menghasilkan uang.

Kebebasan Hak Asasi Manusia (HAM) ternyata tidak menghalangi siapapun untuk terus berkarya. Seperti diungkapkan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat, Bc.IP, M.Si. yang mengatakan bahwa, setiap narapidana atau WBP juga berhak mendapatkan HAM dan pemberdayaan selama berada di balik jeruji besi.

Kapolresta Ade Ary Ungkap Fakta Terbaru Kematian Warga Binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak

UNGKAP Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas, Polisi akan Pastikan Lewat Hasil Visum

BREAKING NEWS - GEGER! Seorang Napi Lapas Kelas IIA Pontianak Akhiri Hidup di Toilet Penjara

Tidak melulu soal kejahatan, pemberdayaan ini berlaku bagi mereka yang masih mempunyai harapan untuk berubah menjadi lebih baik serta berkemauan kuat dalam melatih diri yang lebih produktif.

Ia juga meminta kepada masyarakat, bahwa tidak ada manusia yang terlahir dalam keadaan sempurna, sewaktu-waktu semua bisa berbuat salah, namun dengan adanya pembinaan karakter serta ilmu yang baik yang mereka terima, manusia juga masih berhak mendapat ampunan dari Tuhan yang Mahakuasa.

"Kita tahu, narapidana ada dibalik jeruji karena mereka melakukan kesalahan, namun jika kita tindak lanjut, sesuai dengan kesalahannya, ia juga berhak untuk mendapatkan kelayakan dalam mengembangkan ide-ide kreatif, sehingga melalui pemberdayaan, setiap WBP yang tergabung bisa mengubah karakternya menjadi insan yang lebih baik untuk kedepannya," tutur Farhan, saat ditemui Tribun Pontianak selesai salat Jumat, (8/11).

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan terkait Lapas Industri, dimana dari beberapa Lapas yang ada di seluruh Indonesia, Lapas Kota Pontianak telah membentuk pembinaan yang baik dan menghasilkan.

Ia juga berupaya terus mengajak kepada rekan staf atau pelatih yang membina agar melihat potensi-potensi tersebut untuk dikembangkan menjadi pemberdayaan Lapas Industri Produktif.

Berhubung dengan revitalisasi pemasyarakatan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, pembinaan, dan pendidikan, dan lapas industri IIA Pontianak juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian untuk perkembangan tumbuhan hidroponik, dan Pemda Kuburaya,

Hal membanggakan juga ia sebutkan seperti Lapas Benglat IIA Pontianak yang diundang secara langsung oleh Dirjen untuk mengikuti pameran Expo di Tangerang dari 13 UPT diseluruh Indonesia,

"Saya berharap, dengan adanya pelatihan seperti ini, nantinya para WBP, (warga binaan pemasyarakatan) bisa mengembangkan usaha mandiri dan memiliki keahlian walaupun mereka melatih dirinya di dalam lapas," pungkas Farhan.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved