PW Fatayat NU Kalbar Gelar Latihan Kader Lanjut

Organisasi tidak akan menghasilkan apa-apa apabila kekuatan kader tidak dibangun dengan mengikuti jenjang kaderisasi.

PW Fatayat NU Kalbar Gelar Latihan Kader Lanjut
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana saat Pengurus Wilayah Fatayat NU Kalimantan Barat selenggarakan Latihan Kader Lanjut (LKD) dengan tema Mencetak kader fatayat NU yang militan, mandiri dan berdaya saing dengan diikuti 77 peserta Se-Kalimantan Barat di Aula Kanwil Kementrian Agama Provinsi, (08/11/19). 

PW Fatayat NU Kalbar Gelar Latihan Kader Lanjut

PONTIANAK - Pengurus Wilayah Fatayat NU Kalimantan Barat selenggarakan Latihan Kader Lanjut (LKD) dengan tema Mencetak kader fatayat NU yang militan, mandiri dan berdaya saing dengan diikuti 77 peserta Se-Kalimantan Barat di Aula Kanwil Kementrian Agama Provinsi, (08/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Rois syuriah PWNU Kalbar Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si, Ketua Tanfidziyah PWNU KALBAR diwakili oleh Sekretaris PWNU Hasyim hadrawi, Ketua PP. Fatayat NU diwakili oleh Sekretaris 1 PP. Fatayat NU Khizanaturrohmah, M.Si.

Koordinator Bidang Pengkaderan PP. Fatayat NU Sri Rahayu, M.Pd , Ketua KNPI Kalbar Erry Eriansyah, Anggota dprd prov. Kalbar h. Irsan, S. Ag, MH, Ketua IKA PMII Kalbar, Ketua PW Muslimat NU, Ketua PW GP Ansor, Pimpinan OKP tingkat Kalbar, dan Pimpinan Cabang NU Se-Kalbar dan badan otonom lainnya.

IPNU IPPNU Kalbar Hadiri Apel Santri di Kantor Gubernur

Hadiri HUT ke-5 UNU Kalbar, Ini Harapan Wakil Bupati Kubu Raya

Dalam sambutannya, Sekretaris 1 PP. Fatayat NU Khizanaturrohmah, M.Si mengatakan organisasi tidak akan menghasilkan apa-apa apabila kekuatan kader tidak dibangun dengan mengikuti jenjang kaderisasi.

"Semaju apapun organisasi kalau didalamnya keropos dalam artian tidak mempunyai kader yang militan tentu program sebagus apapun tidak akan ada hasilnya, karena kekuatan kader itulah yang akan membangun organisasi menjadi sangat luar biasa," katanya.

"Kami sangat berharap LKD ini bisa menghasilkan kader yang militan, visioner, mempunyai kecerdasan emosional, kecerdasab intelektual dan kecerdasan religius. karena kalau kita kader muda Fatayat NU tidak mempunyai dasar itu secara fisik dan sikap dalam organisasi maka tidak akan seimbang," timpal dia.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Barat yang diwakili oleh Sekretaris PWNU Kalimantan Barat H.Hasyim Hadrawi menyampaikan pentingnya mengikuti pengkaderan di Fatayat NU.

"Penghaderan di Fatayat ini sangat penting karena tanpa pengkaderan yang jelas maka ritme atau jalannya organisasi akan lambat dan tidak tentu arah," jelasnya.

Dikatakan, saat ini Kalimantan Barat banyak ditemui yang amaliahnya NU tapi dzikir dan harokatnya bukan NU.

Maka inilah, kata dia, tugas dari Fatayat bagaimana beramaliyah NU, berdzikroh NU dan berharokat NU dibuktikan dengan gerakan-gerakan politik maupun gerakan-gerakan aktivitas yang lain.

Umi Marzuqoh selaku Ketua PW Fatayat NU Kalimantan Barat berharap dengan mengikuti LKD Seluruh kader Fatayat bisa memberikan mandaat yang luas bagi Masyarakat dan Bangsa.

"Semoga kedepan Fatayat NU untuk senantiasa menjadikan fikrah nahdliyyah sebagai pedoman dalam kehidupan berorganisasi sehingga kader Fatayat dapat memberikan manfaat yang luas dan besar bagi umat dan bangsa khususnya di Kalimantan Barat," harapnya.

"Harapan kami kedepan, kader-kader Fatayat dalam menjalankan roda organisasi selalu mengedepankan kemaslahatan umatnya sehingga Fatayat mampu energi yang sinergi bagi perjuangan NU," tukasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved