Dosen UI Hadiri Seminar dan Bedah Buku FEB, Sebut Kalbar 6 Terbawah Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Inklusif dalam arti pertumbuhannya tinggi tapi manfaat dari pembangunan dirasakan secara adil oleh semua orang.

Dosen UI Hadiri Seminar dan Bedah Buku FEB, Sebut Kalbar 6 Terbawah Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto kegiatan Seminar dan Bedah Buku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan, Rabu (6/11/2019). 

Dosen UI Hadiri Seminar dan Bedah Buku FEB, Sebut Kalbar 6 Terbawah Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

PONTIANAK- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura menggelar Seminar dan Bedah buku yang merupakan kegiatan rutin tahunan dan mendatangkan pembicara dari Universitas Indonesia.

Kegiatan Seminar dan Bedah buku ini digelar di Aula Ekonomi dan Bisnis Untan, Rabu (6/11/2019).

Acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan, Ketua departemen Ilmu Ekonomi UI, Teguh, jajaran dosen dan para mahasiswa.

Kegiatan ini di awali dengan bedah buku terkait mengenal filsafat ilmu dan dilanjutkan dengan seminar yang diisi oleh Ketua departemen Ilmu Ekonomi UI, Teguh tentang tantangan pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia.

Menko Perekonomian Rancang Quick Wins 2020-2024 di Bidang Perekonomian, Sasar 4 Kelompok Program

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak Sukses Gelar Festival FEBI

Teguh mengatakan isu mengenai pertumbuhan ekonomi inklusif ini menjadi sesuatu gerakan di internasional maupun di nasional bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada pembangunan pertumbuhan ekonomi saja tapi harus lebih inklusif.

Inklusif dalam arti pertumbuhannya tinggi tapi manfaat dari pembangunan dirasakan secara adil oleh semua orang.

Dengan bahasa kasar pertumbuhan ekonomi tinggi Koefisien Gini atau Indeks Gini ketimpangannya rendah tapi tidak hanya seperti itu, tapi dalam konteks pembangunan inklusif ada indikator yang harus terpenuhi yang pertama bagaimana masyarakat itu bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan bisa berkontribusi dalam pembangunan dan bisa merasakan manfaatnya secara adil dalam proses pembangunan.

Di Indonesia Bapenas sudah mengeluarkan indeks pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia yang terdiri dari 3 pilar yang pertama pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, pemerataan kesempatan.

"Pada konteks ini saya mengajak mahasiswa khususnya di Untan melihat lebih mendalam permasalah yang ada di Kalbar jika dibandingkan Indonesia ternyata indikator pembangunan ekononi inklusif Kalbar berada di nomor 6 terbawah ," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved