UMK Sintang Naik 8,51 Persen, Ini Kata Federasi Serikat Pekerja Syamsuardi

DPK Sintang memutuskan UMK Sintang tahun 2020 naik sebesar Rp 2,596,644,3 ribu atau naik 8,51 persen dari UMK tahun 2019

UMK Sintang Naik 8,51 Persen, Ini Kata Federasi Serikat Pekerja Syamsuardi
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Indonesia, Kabupaten Sintang, Syamsuardi 

UMK Sintang Naik 8,51 Persen, Ini Kata Federasi Serikat Pekerja Syamsuardi

SINTANG - Dewan Pengupah Kabupaten (DPK) Sintang memutuskan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sintang tahun 2020 naik sebesar Rp 2,596,644,3 ribu atau naik 8,51 persen dari UMK tahun 2019.

Nominal UMK sudah disepakati oleh APINDO, dan serikat pekerja yang hadir dalam rapat Penetapan UMK Sintang tahun 2020 yang digelar di aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kamis (7/11) siang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Indonesia, Kabupaten Sintang, Syamsuardi mengatakan cukup puas nilai UMK yang diputuskan tersebut.

Dinkes Sintang Komitmen Semua Harus Diberikan Pelayanan, Bahkan Sampai Tempat Terpencil

“Kita cukup puas dengan hasil diskusi (penetapan UMK Sintang 2020),” katanya.

Menurut Syamsuardi, serikat buruh sebenarnya menginginkan UMK lebih tinggi demi kesejahteraan pekerja.

Namun, pihaknya juga tidak bisa egois tanpa mempertimbangkan tingkat kemampuan para pengupah, seperti sektor usaha menengah ke bawah.

“Cuma memang ini semua dilema, kita harus lihat kemampuan dalam hal daya memberikan upah terhadap pekerja, karen jangan sampai salah menyikapi keinginan arogansi mensejahteraan pekerja tapi perusahaan ndak ada kemampuan meberikan upah seperti yang kita perjuangkan,” ungkap Syamsuardi, Kamis (7/11). 

UMK Sintang Naik, Apindo Ungkapkan Kekhawatiran

Sebenarnya, jika mengacu pada nilah Kebutuhan Hidup Layak (KHL), menurut Syamsuardi tidak ada batasnya.

“Tiga juta pun saya kira ndak cukup juga, tapi karana kita udah ada acuan hukum yang harus kita ikuti. Kita juga tidak mau dengan adanya kenaikan upah terhadap pekerja justru membaut perusahaan melakukan efesiensi,” jelasnya.

Serikat pekerja kata Syamsuardi juga tidak ingin ngotot memperjuangkan UMK sesuai keinginan pekerja.

Sepakat, Segini Besaran UMK Sintang Tahun 2020

Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan bersama antara pekerja, pemerintah dan perusahaan.

“Pasar CPO bermain terus, tidak stabil. Kita mengkawatirkan bahwa ketika kita nekan terhadap pengupahan, perusahaan mengambil sikap karena ketidakmapuan mengupah terlalu tinggi, itu yang menjadi peritmbangan kita, sehingga kami serikat pekerja bukan berarti tidak ngotot, tapi setidaknya sama dengan yang diputusan secara nasional,” tukasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

 
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved