Sumiati Terima Hak Gaji RM 8000 dari Konjen RI

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk pencegahan terjadinya dan masuknya pekerja ilegal dari Indonesia ke Malaysia

Sumiati Terima Hak Gaji RM 8000 dari Konjen RI
TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Konsul Jendral RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno (Baju putih) Jum'at (8/11/2019) saat berada di kantor Bupati Sambas. 

Sumiati Terima Hak Gaji RM 8000 dari Konjen RI

SAMBAS- Konsul Jendral RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno mengatakan, pihaknya menyerahkan gajih yang harus diterima oleh Sumiati selama bekerja di Malaysia.

Pada kesempatan itu, Sumiati menerima haknya sebesar RM 8000, atau sekitar Rp 25 Juta.

Ke depan ia katakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk pencegahan terjadinya dan masuknya pekerja ilegal dari Indonesia ke Malaysia, khususnya di Khucing.

Atbah Ingatkan Masyarakat Sambas Jangan Jadi TKI Ilegal

Satgas Pamtas Gagalkan 6 Calon TKI Ilegal Asal Pulau Jawa

"Ada dua cara yang dilakukan, di hilir tetap di lakukan perlindungan. Dan di hulu dilakukan perbaikan," ujarnya, Jum'at (8/11/2019).

"Maka kami akan bekerjasama dengan Pemda, BP2TKI dan lain-lain untuk Sosialiasi dan lain sebagainya untuk sosialiasi masuk dan bekerja dengan jalur resmi di luar negeri. Dengan begitu kami sebagai orang tua bisa melindungi mereka selaku konsulat," jelasnya.

Ia mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah menghalang-halangi orang yang ingin bekerja keluar negeri.

Hanya saja kata Yonny pihaknya menekankan agar masyarakat bisa taat hukum.

"Kami tidak menghalanginya untuk bekerja, tapi kami membantu mereka untuk taat hukum. Karena hukum internasional masuk negara orang memang harus pakai pasport," bebernya.

Ia menuturkan, pekerja Indonesia di luar negeri di senangi oleh orang. Karena kehadirannya memang di butuhkan.

Hanya saja, datang harus dengan dokumen yang lengkap.

"Pekerja kita itu di senangi dan di butuhkan di Malaysia, tapi ada yang memanfaatkan dari belakang sehingga ada yang masuk secara ilegal. Jadi Pemda harus membina agar tidak terus menerus terjadi," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved