Rupinus Tanggapi Rencana Investigasi Desa Fiktif oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani

"Kalau nomor register itu tidak ada, tidak bisa dikucurkan dana desa itu," ungkap Rupinus................

Rupinus Tanggapi Rencana Investigasi Desa Fiktif oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
BUPATI Sekadau Rupinus, SH, M. Si bersama Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sekadau Muhammad Isa. menghadiri pembukaan Forum Perencanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional tahun 2019 dan Peluncuran Visi Indonesia 2045 dan Penyerahan Teknokratik RPJMN 2020-2024 di Jakarta. 

Rupinus Tanggapi Rencana Investigasi Desa Fiktif Oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani

SEKADAU - Bupati Sekadau Rupinus menanggapi rencana Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang akan melakukan inventarisasi desa-desa bersama dengan Menteri Dalam Negeri untuk mencegah penyaluran dana desa yang tidak tepat sasaran, Jumat (8/11/2019).

Dalam rapat kerja bersama dengan Komisi Keuangan DPR, Sri Mulyani mengungkapkan adanya laporan terkait desa fiktif. Ia menyebut desa fiktif tersebut mendapat jatah dana desa namun nyatanya tak berpenduduk.

Desa fiktif muncul dengan mengusulkan pengajuan dana desa, namun desa tersebut tidak ada atau hanya sebatas desa yang baru direncanakan.

Hadiri Nyangkolatn Tona Yaat, Bupati Rupinus Sampaikan Ini pada Pengelolaan Objek Wisata Batu Jato

Bertemu Wisatawan Asal Belanda di Dusun Pantok, Ini yang Disampaikan Rupinus

Tinjau Pengerjaan Bronjong di Dusun Kenabu, Ini Penegasan Bupati Rupinus

Diketahui Indonesia memiliki 74.800 desa di 514 kabupaten. Sehingga bukan suatu kemustahilan desa fiktif juga terdapat diantara desa definitif tersebut.

Menurut Rupinus di Kabupaten Sekadau tidak terdapat Desa fiktif. Karena dana desa yang bisa dikucur oleh pemerintah pusat untuk desa-desa seluruh Indonesia hanyalah untuk desa yang berstatus defenitif.

Sedangkan satu diantara syarat desa defenitif adalah, memiliki nomor register Desa, yang dikeluarkan oleh Kementerian.

"Kalau nomor register itu tidak ada, tidak bisa dikucurkan dana desa itu," ungkap Rupinus.

Lebih lanjut ia menjelaskan sebuah Desa induk pastinya memiliki dusun. Dari Dusun tersebut yang kemudian di mekarkan, maka akan menjadi Desa baru, dan warga desa tentu ada.

"Contoh Desa Sungai Ringin ada 5 dusun. 2 dusunnya ada di wilayah Selalong, dan ini akan di mekarkan. Logikanya penduduk yang ada di Selalong itulah yang akan menjadi warga desa Selalong, sehingga menurut saya Desa fiktif di Kabupaten Sekadau tidak ada," tutup Bupati Sekadau Rupinus.

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved