Pemkab Mempawah Bayarkan Asuransi untuk Petani

Ia berharap melalui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mempawah dapat menuju swasembada pangan.

Pemkab Mempawah Bayarkan Asuransi untuk Petani
TRIBUNPONTIANAK/Try Juliansyah
Bupati Mempawah Menanda tangani MoU dengan Asuransi PT Jasindo untuk perlindungan bagi pertanian di Kabupaten Mempawah. 

Pemkab Mempawah Bayarkan Asuransi untuk Petani

MEMPAWAH - Pemerintah kabupaten Mempawah melakukan MoU dengan Asuransi PT Jasindo beberapa waktu lalu.

Bupati Mempawah, Erlina mengatakan kerja sama ini merupakan asuransi untuk perlindungan bagi pertanian para petani di kabupaten Mempawah.

"Asuransi ini jika ada bencana alam atau gagal panen petani bisa klaim melaui asuransi ini. Untuk saat ini ada sekitar 2000 hektare lahan yang diberikan asuransi," ujarnya.

Sekitar 10 Ribu Petani Kratom Kapuas Hulu Terancam Kehilangan Penghasilan

Petani Parit Keladi: Menanam Padi Tak Hanya Efouria Semata

Ia mengatakan premi untuk asuransi tersebut juga ditanggung oleh pemerintah, sehingga tidak membebani petani.

Selain itu ia mengatakan untuk klaim kerugian menurutnya bisa mencapai 6 juta rupiah perhektarenya.

"Jadi preminya itu ditanggung oleh pemerintah pusat 80 persen dan pemerintah daerah 20 persen," tuturnya.

Ia berharap melalui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mempawah dapat menuju swasembada pangan.

"Kita inginnya ini dapat meningkatkan swasembada pangan di kabupaten mempawah ini," katanya

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Gusti Basrun mengtakan kerjasama dengan Asuransi PT Jasindo ini merupakan wujud kepedulian Pemda untuk melindungi usaha tani.

Walaupun diakauinya masih belum dapat mengakomodir semua lahan pertanian yang ada.

"Sesuai UU perlindungan usaha tani maka Pemkab berusaha memnuhi hal teesebut, walaupun memang belum 100 persen. Lahan pertanian di Mempawah itu 12340 hektare dan baru terakomodir 2000 hektare, kita harapannya bisa 100 persen," paparnya.

Ia mengatakan untuk pembayaran premi tersebut Pemda menggelontorkan dana sebesar 70 juta rupiah.

"Karena 20 persennya itu pemda yang bayar maka kita hanya membayar 70 juta saja sekali masa panen. Artinya pembayaran premi ini hanya untuk selama masa panen antara 4 hingga 6 bulan saja," katanya.

Ia berharap melalui bantuan ini petani merasa terlindungi dan tidak terlalu khawatir jika terjadi gagal panen nantinya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved