Ratusan Nelayan Sungai Kunyit Datangi Kantor Bupati Mempawah

Kedatangan mereka menuntut ganti rugi karena tidak bisa melaut akibat dampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing.

Ratusan Nelayan Sungai Kunyit Datangi Kantor Bupati Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Bupati Mempawah, Erlina menemui langsung nelayan sungai kunyit yang meminta ganti rugi di Kantor Bupati Mempawah, Kamis (7/11/2019). 

Ratusan Nelayan Sungai Kunyit Datangi Kantor Bupati Mempawah

MEMPAWAH - Ratusan nelayan tradisonal dari Sungai Kunyit datangi Kantor DPRD Mempawah dan Kantor Bupati Mempawah, Kamis (7/11/2019).

Kedatangan mereka menuntut ganti rugi karena tidak bisa melaut akibat dampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing.

Ketua Pengurus Nelayan Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, Andi Kamaludin mengatakan nelayan yang datang berasal dari nelayan dengan alat tangkap tradisional.

Ciptakan Alat Konversi Bensin ke Gas, Amin Bawa Nelayan Kubu Raya Keliling Indonesia

Disebut Tuntas, Ternyata Masih Ada Nelayan Sungai Kunyit Belum Terima Ganti Untung dari Pelindo

"Nelayan yang hadir ini kurang lebih 800 orang, tapi dari data kami yang meminta ganti rugi tersebut sebanyak 1203 nelayan," katanya.

Kedatangan para nelayan ini diakuinya membawa beberapa tuntutan, kehadapan Ketua DPRD Mempawah dan bupati Mempawah.

"Tuntutan kami antara lain, Pendataan nelayan yang belum terdata atau menindak lanjuti data nelayan yang sudah kami masukan kepada gubernur. Kemudian meminta bupati untuk mendorong pada nelayan yang belum mendapat ganti rugi dari PT Pelindo. Terakhir meminta pemda mempawah mendesak gubernur dan ketua tim terpadu agar segera melakukan verifikasi data berkaitan dengan data nelayan yang belum di ganti rugi," paparnya.

Ia juga mengatakan selain tuntutan ganti rugi pihaknya juga menuntut hal lain terkait dampak pembangunan Pelabuhan kijing tersebut.

Karena ia khawatir jika hanya diganti dengan uang nantinya tidak dapat di maksimalkan oleh nelayan.

"Dampak bukan selesai setelah ganti rugi, melihat persoalan kedepan mereka mau di letakan dimana nanti, kita takutnya setelah ganti rugi uangnya habis mereka mau kerja apa. Maka kami minta pemda membangun pasar modern, membangun rumah beku dan menyiapkan kapal motor penangkap ikan minimal 6 VIT untuk jangkauan 12 mil ke laut," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved