Pertemuan Akselerasi dan Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Disusul Kecamatan Belitang Hulu 79,4%, Kecamatan Belitang 79% dengan 1 Desa ODF yaitu, Desa Semabi dan Selalong.

Pertemuan Akselerasi dan Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
Bupati Sekadau Rupinus saat membuka kegiatan Akselerasi dan Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang selenggarakan di Aula Hotel Multi, Sekadau, Kamis (7/11/2019). 

Pertemuan Akselerasi dan Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 

SEKADAU- Bupati Sekadau buka Pertemuan Akselerasi dan Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang selenggarakan di Aula Hotel Multi, Sekadau, Kamis (7/11/2019).

STBM adalah program yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014 sebagai salah satu upaya mencapai universal acces 100-10-100 yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yaitu 100% akses air minum yang berkelanjutan, 0% kawasan kumuh perkotaan dan 100% akses sanitasi yang layak.

Pemerintah Kabupaten Sekadau juga telah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan STBM yang dibuktikan dengan diterbitkannya peraturan Bupati Sekadau No 51 Tahun 2017 Tentang Gerakan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Kapolsek Teluk Keramat Hadiri Kegiatan Pekan Sanitasi Desa Samustida 2019

Bupati Sintang Resmikan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Mekar Jaya

"Dengan adanya regulasi ditingkat Kabupaten diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua stakeholder baik dari tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa dan seluruh komponen masyarakat, lembaga donor, PKK, LSM pihak Swasta dan WVI," ungkap Rupinus.

Untuk capaian akses sanitasi di Kabupaten Sekadau hingga tahun 2019 sebesar 71,79%.

Berada pada tingkat ke 5 dari 14 Kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Dengan jumlah Desa ODF sebanyak 8 Desa yang sudah di deklarasikan dari 87 Desa yang ada, atau sekitar 9,19% dan untuk Desa yang melaksanakan STBM sudah 87 desa dari 87 desa atau (100%).

Untuk akses jamban dan Desa ODF yang tinggi ada di Kecamatan Nanga Taman dengan akses 84,3% dan 4 Desa yang ODF yaitu Desa Lubuk Tajau, Pantok, Meragun, dan Nanga Kiungkang.

Disusul Kecamatan Belitang Hulu 79,4%, Kecamatan Belitang 79% dengan 1 Desa ODF yaitu, Desa Semabi dan Selalong.

Kecamatan Sekadau Hulu 70,4% dengan 1 Desa ODF yaitu, Desa Sekonau. Kecamatan Belitang Hilir 58,1% dan Kecamatan Nanga Mahap 47,6%.

Rupinus menyebut keberhasilan desa dalam mencapai ODF tentunya akan memberikan dampak positif dan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri.

Karena Desa tersebut menjadi prioritas sasaran berbagai proyek pembangunan baik pusat dan daerah.

Seperti proyek pembangunan Ipal domestik dari Kementerian Perumahan Masyarakat. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved