Hanya Ada 15 Terminal Khusus di Ketapang yang Terdata Dinas Perhubungan

Joko menyebutkan, 15 Tersus yang sudah memiliki izin diantaranya, Tersus PT Agro Lestari Mandiri.

Hanya Ada 15 Terminal Khusus di Ketapang yang Terdata Dinas Perhubungan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Aktivitas Tersus milik CV Juara Motor yang berada di dekat jembatan 2 yang diyakini tidak mengantongi izin dan masih beroperasi. Foto : Nur Imam Satria *pilih yang bagus 

Hanya Ada 15 Terminal Khusus di Ketapang yang Terdata Dinas Perhubungan

KETAPANG - Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ketapang, tercatat sebanyak 15 Terminal Khusus (Tersus) milik swasta di Ketapang yang sudah terdata dan memiliki izin maupun masih dalam proses perizinan.

Kepala Dishub Ketapang, Joko Prastowo mengatakan, sejumlah Tersus yang masuk dalam data Dinas Perhubungan dianggap sudah resmi.

Sementara Tersus yang belum masuk dalam data, menurutnya merupakan Tersus ilegal.

"Tersus di Ketapang milik swasta yang terdata oleh kita berjumlah 15. Selebihnya kalau ada tersus diluar 15 itu adalah ilegal," kata Joko Prastowo saat diwawancara media, Rabu (06/11/2019) di kantornya.

Soal Tersus Ilegal Dibawah Pawan II, Komisi IV DPRD Akan Minta Penjelasan Dishub

Kembali Beroperasinya Tersus Ilegal, Dewan Minta Ketegasan Pemda

Joko menyebutkan, 15 Tersus yang sudah memiliki izin diantaranya, Tersus PT Agro Lestari Mandiri (perkebunan sawit), Tersus Sepanjang Intisurya Mulia (perkebunan sawit) dan Tersus Regional PT Furtuna Asia Gas (penyimpanan dan pengisian gas elpiji).

Tersus PT Sumber Alam Utama Kalbar (distribusi BBM), Tersus PT Suka Jaya Makmur (industri kehutanan), Tersus PT Limpah Sejahtera (perkebunan sawit), Tersus PT Laman Mining (pertambangan), Tersus PT PLN Persero PLTD Sukaharja dan Tersus PT PLN Persero PLTU Ketapang.

Tersus PT Mega Sari Utama (perdagangan barang dan distributor sembako), Tersus PT Garyber Link Group (perkebunan sawit) dan Tersus PT Berkat Ketapang Lestari (perdagangan jasa/jasa angkutan barang).

Selanjutnya, Tersus PT Putra Segara Abadi (jasa pengurusan transportasi pelayaran), Tersus PT Ketapang Ecology and Agriculture (industri kayu gergaji) dan Tersus PT Mega Lestari Logistik (industri pengilingan padi dan penyosohan beras).

Sedangkan enam Tersus yakni milik PT Mega Sari Utama, PT Garyber Link Group, PT Berkat Ketapang Lestari, PT Putra Segara Abadi, PT Ketapang Ecology and Agriculture dan PT Mega Lestari Logistik, tercatat pada bagian kolom izin operasi masih dalam proses dan satu Tersus proses izin penetapan lokasi.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved