Dinkes Sintang Komitmen Semua Harus Diberikan Pelayanan, Bahkan Sampai Tempat Terpencil

Meski harus menempuh berbagai rintangan, tanggungjawab yang diamanahkan, harus ditunaikan.

Dinkes Sintang Komitmen Semua Harus Diberikan Pelayanan, Bahkan Sampai Tempat Terpencil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
PERIKSA: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh memeriksa kondisi anak warga Desa Menantak, Kecamatan Ambalau. Pelayanan kesehatan di daerah terpencil di Kabupaten Sintang dipastikan Sinto merata hingga di pedalaman. 

Dinkes Sintang Komitmen Semua Harus Diberikan Pelayanan, Bahkan Sampai Tempat Terpencil

SINTANG- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan tenaga kesehatan punya beban moral dan tanggungjawab yang besar untuk melayani masyarakat.

Meski harus menempuh berbagai rintangan, tanggungjawab yang diamanahkan, harus ditunaikan.

 “Kami punya beban dan tanggungjawab untuk pelayanan kesehatan sampai ke ujung di mana ada masyarkat tinggal. Ini kan tanggungjawab kita, beban moral kita,” Kata Sinto kepada Tribun Pontianak, Kamis (7/11/2019).

Angka Kematian Ibu dan Bayi Nol, Berkat Kesadaran Ibu Hamil Bersalin di Layanan Kesehatan

Demi Melahirkan di Puskemas, Ibu Hamil di Pedalaman Sintang Naik Perahu 5 Jam Lewati Sungai

Menurut Sinto, cukup banyak desa yang belum memiliki tenaga kesehatan di Kecamatan Ambalau.

Meski demikian, bukan berarti pemerintah menganaktirikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelayanan kesehatan ke daerah terpencil membutuhkan biaya besar.

Seperti yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan pada Maret lalu ke Desa Deme, desa yang paling jauh di hulu Sungai Jenggonoi- anak sungai Ambalau.

 “Untuk biaya bervariasi. Seperti ke Deme kemarin biayanya puluhan juta rupiah, karena harus sewa Spead, longboat upah bayar warga yang angkut obat-obatan, logistik dan lain sebagainya,” kata Sinto.

Sinto berharap tenaga kesehatan yang bertugas di pedalaman untuk teguh dan kuat menghadapi beratnya medan yang dihadapi selama bertugas melayani masyarakat.

Menurut Sinto, sebagai seorang tenaga kesehatan punya beban dan tanggungjawab untuk memberikan pelayanan di manapun masyarakat tinggal meski harus dihadapkan resiko dan biaya yang besar.

“Saya imbau tenaga kesehatan agar kita lebih peduli terhadap sesama, tidak boleh memberatkan untuk masyarakat kabupaten sintang. Tidak boleh juga membeda bedakan berdasarkan suku agama, semua harus diberikan pelayanan bahkan sampai tempat terpencil,” pesan Sinto. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved