Usung Semangat Go Digital, Pemkot Terapkan Tanda Tangan Eletronik

"Pelayanan Publik yang primakan adalah layanan tercepat dan murah. Masyarakat dibuat menjadi nyaman saat mengakses layanan publik kita."

Usung Semangat Go Digital, Pemkot Terapkan Tanda Tangan Eletronik
TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono melihat Virtual Hologram Assitant yang dipasang di Front Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan. Rabu (25/9/2019) 

Usung Semangat Go Digital, Pemkot Terapkan Tanda Tangan Eletronik

PONTIANAK - Pemkot Pontianak, mulai tahun depan akan menggunakan teknologi Tanda Tangan Elektronik (TTE). Penerapan teknologi ini untuk mempermudah warga dalam mengurus berbagai dokumen, termasuk perizinan. 

Wali Kota Pontianak, Edi R Kamtono mengatakan pihaknya menerima banyak informasi berupa masukan terkait pelayanan publik.

Infomasi tersebut ada yang disampaikan melalui media sosial, ada pula yang diterimanya secara langsung.

Menurutnya ini sebuah cambuk dalam pengembangan inovasi pelayanan publik di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Pontianak.

“Saat ini kita makin berbenah dengan mengusung semangat Go Digital. Sistem kepengurusan administrasi pelayanan publik secara lebih cepat diluncurkan. Yaitu dengan mengaplikasikan teknologi TTE,'' ujar Edi di sela sosialisasi implementasi sertifikat elektronik atau Tanda Tangan Digital di lingkungan Pemkot Pontianak. Sosialisasi berlangsung di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (5/11)

Dikatakannya, inovasi pengurusan administrasi itu sendiri sebenarnya telah dicanangkan di Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Kota Pontianak, sejak Juli 2019.

“Dinas ini sudah mencapai standar pelayanan publik karena memenuhi kualifikasi di antaranya kondisi gedung yang telah memenuhi standar-standar. Mulai ruang tunggu, akses penyandang disabilitas dan fasilitas pelayanan lainnya,” ujar Edi.

Di sisi lain, lanjutnya, kepala dinas juga harus bertanggung jawab dalam pekerjaan non administratif. ”Untuk itulah melalui sistem TTE dengan berbentuk barcode tersebut diyakini dapat menjadi solusi. Mengatasi penundaan penerbitan surat perizinan bahkan bisa dijadikan role model daerah lainnya,” tambah wali kota.

Dia juga menaruh harapan, inovasi yang dilakukan DPMTK-PTSP Pontianak dapat memotivasi dinas atau OPD lainnya untuk mengupayakan hal serupa.

Halaman
1234
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved