2019, Tercatat 549 Bumdes Aktif di Kalbar

"Karet di desa harga nya Rp 5 ribu sampai Rp 6ribu saja. Padahal di pabrik bisa Rp 11 ribu.

2019, Tercatat 549 Bumdes Aktif di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji usai menghadiri Kuliah umum dengan tema Peningkatakan dan Pengembangan Ekonomi Menuju Desa Mandiri" yang di gelar di Aula Magister Fisip Universitas Tanjungpura, Rabu (6/11/2019). 

2019, Tercatat 549 Bumdes Aktif di Kalbar

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan dari 2031 desa di Kalbar sudah mempunyai total 896 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) .Namun hanya 549 Bumdes saja yang terdaftar masih aktif pada tahun 2019.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Kuliah umum dengan tema Peningkatakan dan Pengembangan Ekonomi Menuju Desa Mandiri" yang di gelar di Aula Magister Fisip Universitas Tanjungpura, Rabu (6/11/2019).

Ia mengatakan setiap desa harus ada Bumdes dan harus terus dikembangkan. Dari 2031 desa di Kalbar sudah lebih dari 200 Bumdes yabg terbentuk artinya secara operasional yang betul-betul aktif dan berfungsi .

Baca: VIDEO: Ratusan Orang Melayat ke Rumah Duka Morkes Effendi

Baca: Pengadilan Negeri Mempawah Menuju Wilayah Bebas Kurupsi

"Bahkan tahun depan kita akan memulai penilaian dan akan memilih Bumdes yang bagus dan akan di supplay dana hibah sebagai modal sebesar Rp 50 juta sampai 100 juta. Biar mereka berlomba lomba," ujar H Sutarmidji.

Midji mengatakan untuk desa yang belum mampu membangun Bumdes Pemprov akan terus mendorong agar semua desa mempunyai Bumdes.

"Hampir separuh desa ada perkebunan sawit. Kalau misalnya perkebunan membudayakan Bumdes mulai dari pasokan kebutuhan, kontrak untuk menjaga kebakaran dan Bumdes juga bisa memperkerjakan masyarakat untuk panen sawir , dan pemeliharaan lainnya," ujarnya.

Bumdes juga punya hak istimewa untuk sektor pertambangan misalnya untuk angkutan sawit, bauksit dan angkutan itu sudah dihitung pasti akan mendatangkan keuntungan

"Cukup lakukan kerjasama dengan perusahaan dan masyarakat di berdayakan lewat kerjasama Bumdes untuk angkutan perusahaan. Bumdes tidak usah besar- besar ambil untung 5 persen saja sudah cukup," ujarnya.

Ia juga mengatakan setiap desa tentu mempunyai Potensi dan tidak mungkin desa dibentuk tanpa potensi.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved