Pemkab Mempawah Terus Berupaya Lindungi Masyarakat dari Produk Ilegal dan Kedaluwarsa

Sementara itu untuk barang ilegal diakuinya pengawasan tidak hanya pada produk makanan.

Pemkab Mempawah Terus Berupaya Lindungi Masyarakat dari Produk Ilegal dan Kedaluwarsa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID /FILE
Hendri Kurniawan. 

Pemkab Mempawah Terus Berupaya Lindungi Masyarakat dari Produk Ilegal dan Kedaluwarsa

MEMPAWAH - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kabuapaten Mempawah terus berupaya melindungi masyarakat dari produk ilegal dan kadaluwarsa.

Kepala Seksi Metrologi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindagnaker, Hendri Kurniawan mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan tersebut. 

"Kita terus lakukan pengawasan peredaran barang ilegal dan kadaluarsa ini, sebenarnya memang produk luar yang kita kerja sama dengan provinsi untuk pengawasan, karena pengawasan merupakan kewenangan Provinsi. Kita awasi jika memang masih ditemukan barang kadaluarsa ini," ujar Hendri Kurniawan.

Baca: Idap Kanker Paru, Wanita Muda Hamil 8 Bulan Dirujuk ke Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang

Baca: Pemkot Pontianak Terima Hibah Rumah Tua

Sementara itu untuk barang ilegal diakuinya pengawasan tidak hanya pada produk makanan. 

"Kita datang ke berapa toko untuk mengawasi barang yang diduga ilegal, tidak hanya makanan termasuk kosmetik dan mainan, bisa juga dari bahan lain," katanya.

Ia juga mengungkapkan jika pengawasan ini tidak hanya dipasar-pasar tetapi juga secara yang dijual secara online. 

"Pengawasan kita tidak hanya pasar tetapi juga di sitem aplikasi juga diawasi yang dijual secara online," tutur Hendri Kurniawan.

Sementara itu, Kepala bidang Informasi dan komunikasi BPOM Pontianak, Mary Oktovina mengatakan pihaknya juga rutin melakukan pengawasan di Pasar-pasar. 

"Kita rutin turun tidak hanya menjelang hari raya, selain kita turun ke sarana, mkita juga menginformasikan bagaimana cara mengetahui tanggal kadaluarsa pada kemasan," katanya.

Ia mengatakan dengan demikian pedagang juga dapat ikut melakukan kroscek pada produk yang sudah kadaluwarsa. 

"Kita bisa saling kroscek, masyarakat dan pelaku usaha saling mengawasi," katanya.

Ia mengatakan  masih ditemukannya produk kadaluarsa memang karena lebih faktor ketidaksengajaan. 

"Biasa yang terjadi kurang pengecekan tiap hari secara berkala, ada barang baru nempel di depannya akhirnya yang lama tidak tersentuh. Memang sehauh ini kebanyakan tanpa sengaja, belum ada di sengaja yabg kita temukan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved