Lakukan Upaya Hukum, Tobias Ranggie Ajukan Penangguhan Penahanan Abang Tambul Husin

Penahanan itu memang wewenang penuh dari Jaksa, namun klien kita itu orangnya sangat kooperatif dan menghormati proses hukum

Lakukan Upaya Hukum, Tobias Ranggie Ajukan Penangguhan Penahanan Abang Tambul Husin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Tobias Ranggie (kemeja merah) kuasa hukum tersangka kasus Tipikor Pengadaan Tanah Rumah dinas pemkab Kapuas Hulu, Abang Tambul Husin (ATH) mantan Bupati Kapuas Hulu saat dampingi kliennya di Kantor Kejati Kalbar. 

Lakukan Upaya Hukum, Tobias Ranggie Ajukan Penangguhan Penahanan Abang Tambul Husin

PONTIANAK - Kuasa hukum tersangka Abang Tambul Husin (ATH) mantan Bupati Kapuas Hulu Tobias Ranggie akan melakukan upaya hukum yakni dengan mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk kliennya.

"Penahanan itu memang wewenang penuh dari Jaksa, namun klien kita itu orangnya sangat kooperatif dan menghormati proses hukum," kata Tobias Ranggie, Senin (4/11/2019)

‎Tobias menjelaskan ketidakhadiran kliennya saat memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejati Kalbar pada waktu itu, sebetulnya ATH minta penundaan lantaran adanya acara keluarga yang tak bisa di tinggalkan.

"Ia mendampingi anaknya, selain itu istrinya juga sedang sakit, makanya dalam acara keluarga itu ia full,"katanya penasihat hukum yang sempat menjadi anggota Legislatif ini.

Baca: DPRD Dorong Ada Tambahan Tunjangan Untuk Badan Ad Hoc KPU dan Bawaslu

Baca: KLASEMEN Liga 1 Usai Hasil Persela vs Barito Putera - Skuad Nilmaizar Belum Mampu Lepas Degradasi

Terkait di tahannya ATH, kliennya itu menerima dengan berat hati, tetapi ia tetap menghormati proses hukum terhadap perkara yang sedang ia hadapi.

"Perkara ini sebenarnya, lanjutan dari perkara sebelumnya yang telah ada sekitar 6 tersangka, bahkan ada tersangka yang sudah meninggal dunia,"ujar Tobias Ranggie.

Lanjutnya, maka dengan di tahannya ATH, Tobias menuturkan itu penilaian subjektif dari rekan-rekan penyidik kejaksaan tinggi Kalbar dengan dasar tersangka tidak melarikan diri, Mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti.

"Namun, klien saya itu yang sudah berusia 72 tahun, rasanya tidak mungkin akan melarikan diri, karena keluarga besarnya ada di Kalbar, kalau di nilai akan mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti, klien saya itu sekarang sudah tak berkuasa, dia hidup hanya tinggal menikmati masa pensiun," jelas Tobias Ranggie.

Baca: FOTO: Pangdam XII Tpr Berkunjung ke Kantor Tribun Pontianak

"Maka walaupun berat hati dia menerima saat akan di tahan, tapi dia menghormati proses hukum, dia kooperatif, saya saja tadi datang terlambat di kejati di tegur sama dia, dan dia malah duluan tiba di kejati,"katanya

"Selanjutnya, kedepan akan ada proses upaya hukum yang akan saya lakukan untuk klien saya itu, karena saya tahu betul perkara ini, tetapi belum bisa saya bukan sekarang, demi menghormati proses hukum, untuk saat ini saya akan mengajukan penangguhan penahanan mengingat klien saya itu usai sudah di atas 70 tahun, anak dan istrinya sedang sakit," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved