Inkubator Yogurt dengan Harga Ekonomis Bisa Membantu UMKM Kecil
Lalu dilihat dari sisi kemanfaatan dan memang inkubator yogurt ini sangat dibutuhkan bagi para produksi yogurt.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Inkubator Yogurt dengan Harga Ekonomis Bisa Membantu UMKM Kecil
PONTIANAK- Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat mengumumkan pemenang Lomba Karya Perekayasaan Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Kini Pontianak, Rabu (30/10/2019).
Adapun pemenang dalam lomba ini, yakni Noverando Rafiel Angelo dan Santoso dari Kota Pontianak dengan karya Inkubator Yogurt Tepat Guna untuk Peningkatan Kemajuan Perekonomian dan Kemandirian Desa Serta Pengoptimalan Potensi Buah Lokal di Kalimantan Barat.
Satu diantara juri, Nurmainah yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Untan mengatakan kriteria pememang lomba kali ini dilihat dari banyak faktor pertama dari segi kebaruan.
Baca: Motivasi Pelaku UMKM, BFI Finance Hadirkan Owner Gempikoe
Baca: UMKM Satu di Antara Bentuk Nyata PKM Para Akademisi
"Sebagai tim juri melihat dari kebaruan alat yang dikembangkan oleh pemenang juara satu yang mengembangkan rangkaian dari sisi elektro itu rangkaiannya baru di bandingkan dengan sudah di kembangkan sebelumnya," ujarnya.
Lalu dilihat dari sisi kemanfaatan dan memang inkubator yogurt ini sangat dibutuhkan bagi para produksi yogurt.
"Inkubator pasaran yogurt ini biasanya dijual kisaran harga Rp 8 juta sampai Rp 16 juta sedangkan inkubator yang mrrela buat dari sisi ekonomis memiliki harga yang lebih rendah hanya 500 ribu ke atas jadi lebih efisien dari segi biaya," ujarnya.
Ia mengatakan Inkubator ini juga diperlukan untuk permentasi.
Karena jika menggunakan suhu kamar sangat mudah teekontaminasi dengan bakteri dengan adanya inkubator ini diharapkan berkembang dengan baik dan bisa mempertahankan PH yogurtnya yakni sekitar 4,6 .
"Hanya saja kelemahannya alat inkubatornya sudah jadi namun belum di uji cobakan dengan yogurt yang dihasilkan apakah bisa mempertahankan PHnya sampai 4.6," ujarnya.
Ia mengtakan dengan adanya inkubator harga ekonomis ini bisa membantu sekali UMKM kecil untuk memertahankan yogurtnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nurmainah-yang-merupakan-dosen-fakultas-kedokteran-untan.jpg)