TRIBUNWIKI

Fitri Wulandari Candra, Wisudawan IKIP PGRI Pontianak Asal Ketapang Peraih IPK Tertinggi

Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Perguruan Tinggi, menjadi satu hal yang sangat membanggakan

TRIBUNPONTIANAK/Septi Dwisabrina
Fitri Wulandari Candra bersama kedua orang tuanya saat di perhelatan wisuda Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) di Qubu Resort, Kubu Raya, Kamis (31/10/2019). 

Fitri Wulandari Candra, Wisudawan IKIP PGRI Pontianak Asal Ketapang Peraih IPK Tertinggi 

KUBU RAYA - Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Perguruan Tinggi, menjadi satu hal yang sangat membanggakan.

Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga ikut membanggakan kedua orang tua yang telah berjasa selama ini.

Dibalut busana khas wisuda, serta mengenakan jilbab pasmina berwarna merah muda.

Wanita asal ketapang ini terlihat begitu anggun. Namanya, Fitri Wulandari Candra.

Aura bahagia, terpancar jelas dari wajah wanita yang akrab disapa Fitri itu.

Baca: Ketua PGRI Kalbar Minta Wisudawan IKIP PGRI Selalu Percaya Diri

Ia tidak pernah menyangka mampu meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.95 tertinggi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI).

Menempuh lajur pendidikan kurang dari empat tahun di Program Studi Bahasa Indonesia.

Wanita 22 tahun ini mengungkapkan, satu hal yang sangat membekas dibenaknya sekaligus memacunya untuk terus berjuang, yakni orang tua.

"Kedua orang tua saya, adalah alasan terkuat saya hingga bisa mencapai posisi ini. Bagaimana perjuangan orang tua, bating tulang mencari biaya. Saya harus membuktikan, jika saya bisa dan mampu memberikan yang terbaik," ujarnya saat ditemui di Aula Qubu Resort, Kubu Raya.

Menggapai IPK tertinggi, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Fitri pun harus menepis rasa malas yang terkadan

Baca: 51 dari 671 Mahasiswa yang Diwisuda Raih Cumlaude, Rektor IKIP PGRI: Jangan Pernah Cepat Puas

g silih berganti hadir dibenaknya.

"Dalam sehari itu pasti ada belajar. Jika besok ada mata kuliah atau tes, sehari sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri," bebernya, sesekali tampak gugup.

Menurutnya, belajar itu tidak harus monoton.

Banyak cara yang bisa diterapkan, agar proses pembelajaran tidak membosankan serta memberatkan diri sendiri.

Satu di antaranya, karena ia adalah tipekal wanita yang suka mencari tahu sesuatu yang baru, menjadikannya haus akan wawasan baru.

"Kalau belajar tidak perlu dianggap beban, santai dan nikmati saja setiap prosesnya. Intinya beranikan diri untuk berekspresi," ungkapnya.

Baca: Mahasiswa IKIP Pontianak Gelar KKM Tahun 2019 Bersama BKKBN

Anak sulung dari tiga bersaudara ini senantiasa mengingat pesan serta harapan kedua orang tuanya.

Bahkan, walaupun jauh, mereka tidak pernah berhenti memberikan perhatian dan dukungan untuk Fitri.

Orang tua memiliki peran sentral disetiap perjalanan hidupnya selama ini.

Merantau, jauh dari keluarga, bertemu dengan lingkungan baru, tak menjadikannya lupa diri. Ia tetap menjaga kepercayaan kedua orang tuanya

"Orang tua saya selalu mengatakan belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jangan mengecewakan kedua orang tua," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved