NasDem-PKS Gelar Pertemuan, Sy Abdullah Alqarie Beberkan Isi Kesepahaman

Diungkapkan pula oleh legislator dari Kalbar ini, dalam pertemuan tersebut juga ada beberapa poin kesepahaman.

NasDem-PKS Gelar Pertemuan, Sy Abdullah Alqarie Beberkan Isi Kesepahaman
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Fungsionaris DPP Partai NasDem dan fungsionaris DPP PKS menggelar pertemuan di Kantor DPP PKS, MD Building, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). 

NasDem-PKS Gelar Pertemuan, Sy Abdullah Alqarie Beberkan Isi Kesepahaman

PONTIANAK - Fungsionaris DPP Partai NasDem dan fungsionaris DPP PKS menggelar pertemuan di Kantor DPP PKS, MD Building, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Sekretaris MPR RI Fraksi NasDem, Sy Abdullah Alqadrie menerangkan jika pertemuan tersebut merupakan silaturahmi kebangsaan dan saling menjajaki untuk menyamakan pandangan tentsng kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Safari politik dalam rangka membangun pandangan yang sama baik yang didalam pemerintahan maupun yang diluar terhadap mewujudkan Indonesia yang maju berbudaya dan berkeadilan," kata Sy Abdullah Alqadrie.

Baca: Ketua Umum PKS dan Nasdem Berpelukan, Surya Paloh: Kami Bisa Bergandengan Tangan

Baca: NasDem Kalbar Jagokan Jarot dan Panji di Pilkada 2020

Diungkapkan pula oleh legislator dari Kalbar ini, dalam pertemuan tersebut juga ada beberapa poin kesepahaman.

Diantaranya ialah saling menghormati atas sikap konstitional dan pilihan politik masing-masing partai.

Perbedaan sikap politik kedua partai tersebut, dikatakan Sy Dul, tidak menjadi penghalang bagi NasDem dan PKS untuk berjuang bersama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan memperkuat fungsi checks and balance di DPR RI.

Selain itu, lanjutnya, senantiasa menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dengan baik dan benar.

Termasuk tidak memberikan tempat kepada tindakan separarisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi dan lainnya yang bertentangan dengan empat konsesus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini, poin kesepahaman lainnya ialah takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai agama dengan kelompok yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, lanjutnya, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa dengan saling menghormati, memahami, bekerjasama dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan partai atau golongan.

"Kita berharap teman partai yang ada diluar pemerintahan dapat melakukan cek and balances dan demokrasi yang berkeadaban dan beretika terus menerus kita tanamkan kepada seluruh komponen bangsa," tukasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved