Pemprov Kalbar Tertibkan Aset Tanah Senilai Hampir Rp 400 milyar

Sebelum akhirnya di tertibkan sempat terjadi perebutan hak tanah oleh ahli waris dan Pemprov di Pengadilan Negeri Mempawah.

Pemprov Kalbar Tertibkan Aset Tanah Senilai Hampir Rp 400 milyar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemerintah provinsi Kalimantan Barat melalui Biro Pengelolaan Aset kembali melakukan penertiban aset pemerintah berupa tanah seluas 43.835 Meter persegi (M2) di Km 12 Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan Wajok, Kabupaten Mempawah. 

Pemprov Tertibkan Aset Tanah Senilai Hampir Rp 400 milyar

MEMPAWAH - Pemerintah provinsi Kalimantan Barat melalui Biro Pengelolaan Aset kembali melakukan penertiban aset pemerintah berupa tanah seluas 43.835 Meter persegi (M2) di Km 12 Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan Wajok, Kabupaten Mempawah pada Jumat (25/10/2019) dimulai dengan apel pukul 07.00 wib.

Penertiban aset sebagai tindak lanjut dari surat tugas Gubernur Kalbar mengenai pengambilan ganti rugi kasus korupsi oleh H. Mahmud H. Sulaiman dengan bukti akta pelepasan hak pada 1989.

Sebelum akhirnya di tertibkan sempat terjadi perebutan hak tanah oleh ahli waris dan Pemprov di Pengadilan Negeri Mempawah dan banding yang dimenangkan oleh ahli waris.

Baca: VIDEO: Penjelasan Kadis Nakertran, Ignasius Terkait Eksekusi Aset Dari Mantan Pejabat

Baca: Dukung Penertiban Aset Oleh Pemprov Kalbar, Suib: Tindak Tegas Yang Ngotot

Tapi kemudian Pemprov melakukan langkah hukum pada tingkat kasasi dan Peninjauan kembali yang dimenangkan oleh Pemprov secara inkra (berkekuatan hukum tetap).

Penertiban asset dilakukan oleh 37 orang yang terdiri dari KaSatpol PP dan 12 orang jajaran, KaBiro Aset dan 10 orang jajaran, satu orang dari Biro Hukum, Satu orang dari Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS), dua orang dari Badan Pertanahan Nasional, Disreskrimsus Polda Kalbar dan enam orang aparat Intel Polsek Jungkat dan Kepala seksi Pemerintahan ( kasipem) kecamatan Jungkat beserta tiga orang RT dan RW setempat.

Asset Tanah ini memiliki nilai hampir 400 milyar bila dihitung dari harga per m2 tanah yang mencapai Rp9.000.000,- melihat lokasi tanah yang berada diwilayah yang cukup strategis yaitu ditepi ruas jalan utama Pontianak - Mempawah.

Setelah melakukan penertiban, SatPol PP bekerjasama dengan polsek setempat untuk melakukan patroli dalam upaya pengamanan dan pengawasan asset agar tidak di salah gunakan bahkan diperjual belikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pemasangan plang sudah dilakukan menggunakan semen sehingga tidak mudah untuk dilepaskan dan pengelolaan asset akan dilakukan menunggu kebijakan dari Biro Aset. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved