Lantik Para Menteri, Lidya Pertanyakan Keberpihakan Presiden Jokowi pada Kalimantan

Semoga beliau tidak kesupen (lupa_red) dengan Kalimantan dalam euforianya di periode kedua ini

Lantik Para Menteri, Lidya Pertanyakan Keberpihakan Presiden Jokowi pada Kalimantan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Aktivis Perempuan Kalbar Lidya Natalia Sartono 

Lantik Para Menteri, Lidya Pertanyakan Keberpihakan Presiden Jokowi pada Kalimantan 

SINGKAWANG - Presiden Joko Widodo resmi melantik Menteri kabinet-kabinet Indonesia Maju pada hari ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, (23/10/2019). 

Pelantikan Kabinet Indonesia Maju ini mendapat ucapan selamat dari berbagai kalangan masyarakat.

Satu di antaranya mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI (PP PMKRI) Lidya Natalia Sartono.

Baca: Curi Perhatian Saat Pamer Keakraban dengan Iriana, Ini Pesona Loemongga Istri Menteri Agus Gumiwang

Baca: RSUD Landak Saat Ini Memiliki Dokter Spesialis Mata

"Sebagai anak bangsa, saya ucapkan selamat kepada Bapak Presiden Jokowi yang sudah melantik Menteri Kabinet-kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024," ungkapnya.

Putri asal Kalimantan Barat tersebut mengajak seluruh masyarakat Kalimantan untuk mengevaluasi keberpihakan Presiden Jokowi terhadap perhatiannya untuk Kalimantan pada momen penyerahan SK kepada para menteri yang akan membantu Bapak Jokowi di periode kedua ini.

"Sebagai Putri Kalimantan saya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan mengevaluasi keberpihakan Presiden Jokowi terhadap perhatiannya untuk Kalimantan," katanya.

Lidya menambahkan, sekiranya keberpihakan Jokowi tidak hanya dibanggakan sebatas perhatian pembangunan Infrastruktur saja, akan tetapi bagaimana dengan keberpihakan beliau terhadap SDM Kalimantan dalam jajaran pemerintahan di tingkat pusat periode kedua ini.  

Sebelumnya di Periode pertama sebagai masyarakat Kalimantan mengalah. Namun pada periode kedua ini, bisa dilihat kekosongan putra-putri Kalimantan dalam jajaran Kabinet Bapak Jokowi.

Mantan Ketua PP PMKRI ini kembali mengingatkan, bahwa hari ini Kalimantan sebagai Center Publik dan sebagai Calon Ibu Kota RI seperti yang sudah deklarasikan Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2019 harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. 

"Semoga beliau tidak kesupen (lupa_red) dengan Kalimantan dalam euforianya di periode kedua ini," tegas Lidya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved