80 Peserta Sayembara Gagasan Desain IKN Ikut Survei Lapangan di Ibu Kota Baru

Tercatat 80 orang peserta lomba Sayembara Gagasan Desain Kawasan IKN oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

80 Peserta Sayembara Gagasan Desain IKN Ikut Survei Lapangan di Ibu Kota Baru
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penjelasan teknis dan administrastif terkait Sayembara Gagasan Desain Ibu Kota Negara (IKN) yang dilaksanakan pada Jumat, 18 Oktober 2019 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Sementara Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Nicodemus Daud mengatakan, tujuan dilaksanakan kunjungan lapangan agar para peserta dapat mengetahui kondisi sesungguhnya tempat rencana lokasi IKN.

“Jadi tidak hanya berdasarkan peta saja, sehingga lebih paham kondisi lapangan seperti apa dan bisa lebih komprehensif dalam membuat desain,” terangnya.

“Peserta bisa melihat di lapangan, lalu berdiskusi dan akhirnya akan menghasilkan inovasi desain yang menjadikan Ibu Kota Negara sebagai Ibu Kota Asia," tambahnya.

Saat ini tercatat sebanyak 750 peserta yang ikut Sayembara.

“Semakin banyak tentunya menunjukkan hal yang luar biasa karena akan memperkaya ide-ide untuk membangun IKN,” terangnya.

Selain itu, menurut Nicodemus, dalam menentukan batas-batas wilayah perencanaan, peta informasi lokasi IKN baru merupakan acuan penyusunan desain.

“Kami siapkan lengkap peta jalan, jaringan listrik, jaringan pipa migas, jaringan serat optik, dan juga kontur wilayahnya. Semuanya bisa diakses pada situs http://sayembara IKN.pu.go.id, " terangnya.

Shella mewakili salah satu peserta mengatakan, motivasi mengikuti Sayembara ini adalah untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa Indonesia dengan mendesain IKN di Kaltim agar berstandar dunia.

“Kalau kita lihat tadi di lapangan, daerah Penajam Paser daerahnya berbukit-bukit, seperti halnya Kota San Fransisco yang juga berbukit-bukit, tapi bisa menjadi kota yang dinamis dan heterogen," paparnya.

Lain halnya dengan Muhammad Ari dari Samarinda seorang arsitek lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya mengatakan bahwa motivasi mengikuti Sayembara ini adalah untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kalimantan Timur.

"Dengan adanya Ibu Kota Negara Indonesia, hal ini menjadikan Kalimantan Timur lebih baik kedepannya, " pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved