Advetorial

Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melaksanakan Peer Learning Meeting area Kalimantan Barat

Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial - peer-learning-meeting1.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana Pembukaan Peer Learning Meeting Kalimantan Barat dihiasi dengan tariaan kreasi daerah, Pontianak, Selasa (22/102019)
Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial - peer-learning-meeting2.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional, Drs. Dedi Junaedi, M. Si, usai memberikan sambutan pada acara Peer Learning Meeting Kalimantan Barat, Selasa (23/10/2019)
Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial - peer-learning-meeting3.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat, Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si. saat memberikan sambutan pada Peer Learning Meeting Kalimantan Barat, Selasa (22/10/2019).
Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial - peer-learning-meeting4.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional, Drs. Dedi Junaedi, M.Si, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat, Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si, beserta peserta berfoto pada acara Peer Learning Meeting di Hotel Harris Pontianak, Selasa (22/10/2019)

Perpusnas Gelar Peer Learning Meeting di Kalbar, Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

PONTIANAK – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melaksanakan Peer Learning Meeting area Kalimantan Barat dengan tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Literasi Untuk Kesejahteraan” di Hotel Harris, Pontianak, Selasa (22/10/2019).

Pertemuan ini akan berlangsung pada 22-24 Oktober 2019.

“Pada akhirnya kita ingin program ini mensejahterakan masyarakat, mengurangi kemiskinan terutama kemiskinan informasi,” jelas Perwakilan Perpusnas RI, Drs. Dedi Junaedi, M.Si kepada Tribunpontianak.co.id.

Kegiatan ini terlaksana karena sejak Juni 2018, telah dilakukan pengawalan dan pembelajaran yang dapat dirasakan manfaatnya.

Saat ini sudah ada 21 Provinsi, 60 Kabupaten/Kota dan 300 Desa yang diberikan pembekalan.

Dari kabupaten/kota yang ikut, mereka akan diberikan program dan dievaluasi di akhir tahun dan dikumpulkan semuanya di Jakarta.” Jadi kita ini sebenarnya stimulus aja agar mereka terus semangat belajarnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat, Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si. menyambut baik pelaksanaan event ini.

Baca: Perpusnas Gelar Bimtek di Kalbar, Dorong Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Baca: Pustakawan Ahli Utama dari Perpusnas Terpukau Perpustakaan Mempawah

Baca: Perpusnas RI Tinjau Peluang Pembuatan Pojok Baca di Border Aruk Sajingan

“Kita patut berbangga bahwa semua pengelola perpustakaan, mulai dari desa, unsur pemerintah diundang untuk tukar pengalaman bersama-sama. Kita berharap melalui tugas pokok dan fungsi perpustakaan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat tercapai melalui kegiatan ini,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi literasi merupakan hak dan memberikan manfaat yang nyata, yang didapat melalui pendidikan sekolah maupun program adult literacy (Literasi untuk Orang Dewasa).

Program Literasi untuk Orang Dewasa ini menghasilkan manfaat yang melampaui hasil dari pendidikan di sekolah.

UNESCO di tahun 2016 menyatakan Pogram Literasi untuk Orang Dewasa muncul untuk menghasilkan beberapa manfaat, khususnya membangun self-esteem (kepercayaan diri) dan empowerment (pemberdayaan) dengan mekanisme pembiayaan yang sama efektifnya dengan pendidikan utama di sekolah.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved