IPNU dan IPPNU Menggelar Pembacaan Sholawat Nariyah dan Resolusi Jihad NU

Pada mukhtamar NU di Jombang pada waktu ditetapkan sebagai Hari santri Nasional pada tanggal 22 Oktober.

IPNU dan IPPNU Menggelar Pembacaan Sholawat Nariyah dan Resolusi Jihad NU
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto setelah pelaksanaan pembacaan Sholawat Nariyah dan Resolusi Jihad NU. 

Citizen Reporter
Ahmad Imamul Arifin
Kader IPNU Kota Pontianak

IPNU dan IPPNU Menggelar Pembacaan Sholawat Nariyah dan Resolusi Jihad NU

PONTIANAK - Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kota Pontianak menggelar pembacaan 4.444 Sholawat Nariyah, sekaligus ngaji Resolusi Jihad NU dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Pondok Pesantren Al-Mujtahid Senin (20/10/2019).

Dalam sambutannya Ketua IPNU Kota Pontianak, Edi Rianto mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Santri Nasional.

Kegiatan ini diselingi dengan resolusi jihad NU untuk mengetahui letak perjuangan ulama dan para santri dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Baca: GP Ansor Kalbar Gelar Pembacaan 4.444 Sholawat Peringati Hari Santri Nasional

Baca: VIDEO DRONE: Suasana Pontianak Bersholawat Dalam Rangka HUT Kota Pontianak ke 248

"Ada ilmuan Inggris mengatakan bahwa resolusi jihad NU itu bukan sebuah perang akan tetapi sebuah tawuran," ungkapnya

Dalam materinya KH. Qamaruzzaman menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional ini adalah hari santri yang ketiga kalinya diselengarakan baik dalam elemen pemerintahan maupun swasta .

"Dalam sambutan Kh. H. Said Aqil Siradj pada waktu itu di masjid istiqlal menyampaikan bahwa santri punya sejarah yang harus kita abadikan dan penghargaan untuk santri yang mana santri sangat berperan penting dalam memerdekakan Indonesia," tambahnya.

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 yang mana pada waktu itu di umumkan oleh Bung Karno dan juga disebarluaskan lewat Radio RRI.

Singkat cerita bahwa Soekarno ini pernah datang Ke Kh. Munir Di madura setelah dapat restu oleh KH. Munir barulah datang ke KH. Hasyim Asy'ari dan juga pada waktu itu Kh. Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad NU.

"Seandainya tidak ada fatwa atau intruksi dari KH. Hasyim Asy'ari kemungkinan Indonesia tidak ada. Kita patut bersyukur bahwa hari ini kita bisa merasakan perjuangan para ulama, santri dan masyarakat Indoensia," tambahnya.

Pada mukhtamar NU dijombang pada waktu ditetapkan sebagai Hari santri Nasional pada tanggal 22 Oktober. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved