Pengakuan Mengejutkan Dari Tersangka yang Miliki Puluhan Senjata Api Ilegal

SM alias YF (49) tersangka kepemilikan senjata api tanpa izin mengaku awalnya mendapatkan senjata api pada kerusuhan

Pengakuan Mengejutkan Dari Tersangka yang Miliki Puluhan Senjata Api Ilegal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Polda Kalbar menggelar press rilis terkait pengungkapan seorang pria yang memiliki sejumlah senjata api tanpa izin beserta amunisi. Tersangka berinisial SM alias YF (49) dihadirkan pada press rilis yang dipimpin oleh Dirkrimum Kombes Pol Veris Septiansyah dan di dampingi oleh Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go, dia aula Mapolda Kalbar, Senin (21/10).Pontianak, Senin (21/10/2019).// Anggita Putri 

Pengakuan Mengejutkan Dari Tersangka yang Miliki Puluhan Senjata Api Ilegal

PONTIANAK - SM alias YF (49) tersangka kepemilikan senjata api tanpa izin mengaku awalnya mendapatkan senjata api pada kerusuhan yang terjadi tahun 1998 di penampungan.

"Saya dapat pada akhir tahun 2002, senjata itu digunakan pada kerusuhan 1998. Tahun 2002 saya dapat di penampungan karena mereka mau meninggalkan lokasi," ujarnya saat ditanyai oleh Dirketur Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah, di aula Mapolda Kalbar Senin (21/10).

Tersangka juga tidak menyebutkan secara jelas siapa "mereka" yang ia maksud. Berawal dari situ, untuk senjata api selanjutnya ia pesan melalui belanja online.

Begitu juga dengan amunisi-amunisi yang ia miliki secara ilegal.

Baca: Polda Kalbar Ungkap Kronologi Penangkapan Tersangka Pemilik Puluhan Senpi Ilegal

Baca: Polres Landak Test Psikologi Bagi Anggota Pemegang Senpi

Untuk setiap senjata api yang ia beli memiliki harga yang bervariasi, namun ia mengatakan membeli senjata api tersebut seharga Rp. 2 Juta. Bahkan, ada juga senjata api yang berhasil ia rakit sendiri.

"Saya beli dari orang dari penampungan itu seharga 2 juta rupiah untuk satu unit. Yang saya beli waktu itu ada 3 unit, saya sudah lupa siapa orangnya," ucap SM.

Saat ditanya apa tujuan membeli dan menyimpan senjata api tersebut, SM mengaku hanya untuk menjaga rumah saja saat kerusuhan terjadi. Ia bahkan sadar bahwa apa yang ia lakukan itu melanggar hukum, namun tetap saja ia melakukan.

"Hanya untuk menjaga rumah saja daripada kerusuhan, tau pak (tindakanya) kalau melanggar hukum, saya khilaf. Saat itu dijual semuanya paka (ketiga senjata api) sama peluru-pelurunya juga, semuanya saya ambil," katanya.

Kendati memiliki puluhan senjata api ilegal, SM mengaku belum pernah menggunakan sekalipun dari semua senjata api yang ia miliki.

Pengakuan mengejutkan dari tersangka adalah teesangka mengakui bahwa pada beberapa demo yang terjadi ia pernah hadir disana. Seperti demo di Bawaslu yang lalu ia hadir dan berbekal senjata api tersebut. Akan tetapi, senjata api tersebut hanya ia bawa dan tidak digunakannya.

Bahkan, yang lebih mengejutkan ia juga ada pada saat kerusuhan di Petamburan. Namun ia mengaku hanya ikut saja saat itu.

Namun polisi yang menanyakan hal tersebut penasaran dengan penjelasannya karena puluhan senjata yang dimiliki oleh tersangka, diakui hanya untuk menjaga rumah.

"Iya pak hanya untuk jaga rumah, dan itu pun saya simpan di dekat wc rumah sudah karatan lagi. Jadi saya tidak pernah gunakan, tidak pernah bawa, tidak pernah diurus senjatnya. Kalau sajam betul saya bawa pak," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved