Kabinet Kerja Jilid 2

Nadiem Makarim Mundur dari GoJek dan Masuk Kabinet Jokowi, Ini Komentar GoJek dan Nama Pemimpin Baru

Pendiri startup ride hailing GoJek, Nadiem Makarim mengatakan bersedia menerima tawaran masuk Kabinet Kerja Jilid 2.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Nadiem Makarim Masuk Kabinet Jokowi, Komentar GoJek hingga Nama Pemimpin Baru di Perusahaan Decacorn 

Dia menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Minahasa Selatan untuk pada periode 2010-2015 dan kemudian lanjut sampai periode ke dua.

Masa jabatannya berakhir pada 2020, dan kini namanya santer disebut sebagai calon menteri Jokowi 2019 sampai 2024.

Tetty berasal dari keluarga terpandang di Sulawesi Utara.

Ayahnya adalah mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi Jopie Paruntu, sementara ibunda Jenny Y Tumbuan adalah politikus dan pernah menjabat sebagai anggota DPR.

Anak Tetty, yakni Adrian Jopi Paruntu saat ini tercatat sebagai anggota DPR yang tergolong milenial.

Berdasarkan data LHKPN KPK, Adrian memiliki harta kekayaan Rp 1,64 miliar.

Kolase Foto Nadiem Makarim, Tetty Paruntu dan Mahfud MD.
Kolase Foto Nadiem Makarim, Tetty Paruntu dan Mahfud MD. (Kompas.com)

Sebelum terjun ke politik dan menjadi Bupati Minahasa Selatan, Tetty banyak menekuni bisnis.

Dia pernah menjabat Presiden Direktur PT Puspita Adhiniaga Indonesia, Presiden Direktur PT

Sebelumnya, Tetty sempat menjadi komisaris PT Chandra Ekakarya Pratama (1999-2006) dan PT Trutama Star (2004-2009).

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang distribusi, alat-alat berat, perangkat telekomunikasi, dan perkapalan.

Tetty menyelesaikan pendidikan di SD Budi Mulia Bogor, SMP Budi Mulia Bogor, Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington - Notingham, Inggris.

Setelah itu dia melanjutkan di Pitman College pada jurusan Manajemen Bisnis.

Nama Tetty, sempat disebut dalam kasus dugaan korupsi dengan terdakwa politikus Golkar, Bowo Sidok Pangarso.

Tetty sempat dimintai bersaksi di sidang Tipikor.

Keterangan Tetty dalam sidang itu berkaitan dengan pengajuan proposal revitalisasi pasar di Minahasa Selatan.

Dalam persidangan sebelumnya, Bowo menjelaskan adanya program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dibahas di Komisi VI DPR.

Dalam program itu, Bowo mengaku dirinya membantu mengusulkan revitalisasi pasar di Minahasa Selatan tetapi, menurut Bowo, si kepala daerah itu sendiri yang harus bersurat ke Kemendag.

Dalam persidangan itu, Tetty membantah telah mengajukan proposal kepada Bowo Sidik.

"Saya tidak pernah mengusulkan proposal karena setiap tahun ada pengusulan proposal daridinas terkait, dan ketika ada usuan proposal kita harus tanda tangan karena ada usulan dari bawah sampai wakil bupati. Mohon maaf karena saya di Minahasa Selatan memberi pelimpahan SK ke semua dinas," kata Tetty dalam sidang, Rabu (2/10/2019) silam.

Pada akhir 2018, Pemkab Minahasa Selatan di bawah Tetty Paruntu melegalkan olahan fermentasi dengan Brand Cap Tikus 1978.

Lokasi pemasarana pada tahap awal dilakukan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado. (*)

Editor: Rizky Zulham
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved