GP Ansor Kalbar Gelar Pembacaan 4.444 Shalawat

Harapannya dengan pembacaan sholawat nariyah segala hajatnya bisa terkabul baik yang punya hutang bisa terbayarkan dan mudahan NU tetap Hits

GP Ansor Kalbar Gelar Pembacaan 4.444 Shalawat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pimpinan Wilayah GP ANSOR Kalimantan Barat Gelar Pembacaan 4.444 Sholawat Nariyah Sekaligus Refleksi Resokusi Jihad NU Dalam Rangka Hari Santri Nasional 2019 di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (20/10/2019). 

Citizen Reporter
Ahmad Imamul Arifin

PONTIANAK - Pimpinan Wilayah GP ANSOR Kalimantan Barat Gelar Pembacaan 4.444 Sholawat Nariyah Sekaligus Refleksi Resokusi Jihad NU Dalam Rangka Hari Santri Nasional 2019 di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (20/10/2019).

Yang Dihadiri Oleh M. Nurdin S.Pd Selaku Ketua GP Ansor Kalimantan Barat, Bahasan SH Wakil Walikota Pontianak, dan Banom-banom NU baik PMII, maupun IPNU IPPNU dan seluruh tamu undangan

Dalam sambutannya Bahasan SH Selaku Wakil Kota Pontianak Menyampaikan kepada semua sahabat terutama untuk warga NU silakan jika ada pemikiran-pemikiran atau Ide-ide untuk kemajuan silahkan di sampaikan.

Baca: Isnawan: 215 dari 443 Orang Tahanan di Rutan Sanggau Terpidana Kasus Narkoba

Baca: Kabinet Kerja Jilid 2 - Mengerucut Nama-nama Bakal Menteri, Erick Thohir & Bos Gojek Nadiem Makarim

"Harapannya dengan pembacaan sholawat nariyah segala hajatnya bisa terkabul baik yang punya hutang bisa terbayarkan dan mudahan NU tetap Hits , NU Tetap Exis mengawal NKRI Hingga Hari Kiamat nanti," terangnya.

Dalam materinya, Abdul Mukti menyampaikan bayangkan jika Indonesia tanpa NU mungkin sekarang jadi seperti negara-negara yang lain yang menganut sistem Khilafah bahwa banser dan ansor adalah tombak atau garda terdepan untuk menyelamatkan NKRI.

"banser sudah cukup banyak namun kadang para kader-kader suka datang dan pergi, resulusi jihad adalah sebuah karya besar bahwa kiai dikampung yang memiliki wawasan yang global serta mari kita rapatkan barisan menjelang satu abad untuk memposisikan agar tidak hanya menjadi sebuah maf'ul akan tetapi memposisikan menjadi fa'il," jelasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved