Edi Kamtono Sebut Kekurangan Pegawai Ganggu Layanan Publik

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan saat ini Pemkot Pontianak kekurangan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN)

Edi Kamtono Sebut Kekurangan Pegawai Ganggu Layanan Publik
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono 

Edi Kamtono Sebut Kekurangan Pegawai Ganggu Layanan Publik

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan saat ini Pemkot Pontianak kekurangan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN), maka dengan adanya kuota penerimaan mencapai 400 orang sangat disyukurinya.

"Kita sejak moratorium memang kekurangan ASN, jumlah ASN kita sekarang tinggl 0,81 persen dari jumlah penduduk," ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Senin (21/10/2019).

Untuk Kota Pontianak dealnya disebut Edi 1,2 persen, bahkan kalau menurut petunjuk pemerintah pusat mencapai idealnya 1,6 persen.

"Setiap tahun ASN kita pensiun banyak mencapai 300 orang otomatis saat moratorium akan kekurangan ASN," tambahnya.

Baca: Ketua DPRD Kota Pontianak Minta, Meskipun Kekurangan Pegawai Pelayanan Publik Harus Maksimal

Baca: Kekurangan Pegawai, Pemkot Pontianak Rekrut 400 Formasi CPNS

Dengan adanya formasi 400 orang tahun ini bisa membantu kekurangan ASN yang ada.
Memang formasi lebih banyak guru, karena ASN yang ada memang setengahnya adalah guru.

Edi menegaskan formasi yang diusulkan pada pemerintah pusat sebetulnya lebih besar, berdasarkan kebutuhan Pemkot Pontianak. Namun yang disetujui tidak semua.

"Kita mengusulkan 600 orang untuk menambah tenaga ASN yang ada. Tapi tergantung dari pemerintah pusat untuk menyetujuinya," jelas Edi.

Dengan kekurangan ASN edi menegaskan ada beberapa bidang layanan publik mengalami pengaruh. Seperti di Dukcapil, Kelurahan dan beberapa dinas sehingga tidak maksimal dalam memberikan layanan.

"Akibat kekurangan ASN, ada Kasi tapi staf tidak ada, sehingga harus rangkap kerjanya. Beberapa dinas memang memerlukan tenaga untuk melayani kalau tidak maka keteteran, saat ini memang terbantu dengan konsep smart city. Tapi tetap diperlukan tenaga operator dan untuk kelapangan," ujarnya.

Selama ini disikapi juga dengan tenaga kontrak, beberapa OPD melakukan perekrutan tenaga kontrak.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved