Pelantikan Presiden

Asa Kalbar Pada Presiden Jokowi di Periode Kedua

Pengamat FISIP Untan Dr. Erdi, M.Si mengatakan selamat tentu tak ketinggalan saya sampaikan kepada Presiden RI

Asa Kalbar Pada Presiden Jokowi di Periode Kedua
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat politik dari FISIP Untan, Dr Erdi, M.Si 

Asa Kalbar Pada Presiden Jokowi di Periode Kedua

PONTIANAK - Pengamat FISIP Untan Dr. Erdi, M.Si mengatakan selamat tentu tak ketinggalan saya sampaikan kepada Presiden RI, Bapak H. Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Bapak K.H. Ma’ruf Amin atas pelantikan beliau bedua pada tanggal 20 Oktober 2019 menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bhakti 2019-2024.

Semoga Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, secara bersama-sama rakyat sukses membawa Indonesia lebih maju dan berkembang cepat serta sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Di dalam RPJMD Presiden Jokowi dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla tahun 2015-2019 (Buku I sd Buku III) yang kemudian ditetapkan menjadi Perpres No 2 tahun 2015 tentang RPJMN, tidak sekalipun membahas keberadaan patok negara di kawasan perbatasan; tetapi kawasan perbatasan disebut sebanyak 426 kali.

Dengan penyebutan sebanyak itu, maka kawasan perbatasan dianggap menjadi posisi strategis karena terhubung dengan misi 'Membangun Indonesia dari Pinggiran'.

Dengan misi ini, kawasan perbatasan negara menjadi penting di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla.

Baca: Berlangsung! Live Streaming Pelantikan Presiden - Ini Bocoran Terbaru Kabinet Jokowi-Maruf Amin

Baca: Kapuas Hulu Siaga 1, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI

Baca: Live Streaming KompasTV dan TVOne Pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin

Dapat dilihat bahwa program membangun perbatasan negara menjadi gencar dan massive dilakukan oleh Presiden. Bukti ini tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dirasakan oleh pemerintah daerah yang memiliki kawasan perbatasan, baik darat maupun laut; termasuk Kalimantan Barat.

Kemudian, patok negara yang merupakan bagian dari kawasan perbatasan ternyata ditinggalkan; karena secara de facto tidak menjadi urusan prioritas karena tidak disebut dalam RPJMN 2015-2019.

Oleh karena itu, perlu kita mengusulkan agar dalam membangun Kawasan perbatasan, maka urusan patok negara juga perlu untuk menjadi massive karena akan berkaitan dengan berbagai kegiatan illegal yang notabene merugikan negara.

Pembangunan border beserta infrastruktur kawasan perbatasan sejak lima tahun lalu terjadi sangat luar biasa. Dalam lima tahun ini, kondisi perbatasan kita telah jauh lebih baik dibanding perbatasan Malaysia. Infrastruktur perbatasan kita di Sajingan, Badau dan Entikong telah melampaui infrastruktur perbatasan Malaysia.

Rasa enggan pihak Malaysia untuk mengoperasikan border Sajingan dan Badau pun telah dinampakkan mereka; sehingga kedua border di kawasan ini dilaksanakan oleh Malaysia dengan setengah hati. Maknanya adalah Malaysia malu karena kali ini mereka kalah, sementara selama ini Malaysia selalu menang dan berada di atas angin.

Halaman
1234
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved