Citizen Reporter
Sutarmidji: Kalbar Memiliki Potensi Alam Bisa Menunjang Perekonomian Masyarakat Daerah dan Nasional
"Kita bicara investasi, bicara kalimantan Barat itu penghasil CPO terbesar di Indonesia
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Citizen Reporter
Humas Pemprov Kalbar
JAKARTA - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan Kalbar memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan untuk menunjang perekonomian masyarakat daerah dan mendukung perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat didaulat menjadi narasumber Indonesia Visionary Leader (IVL) sesion 5 yang digelar oleh salah Satu media Nasional di Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Sutarmidji mengatakan, dengan jumlah penduduk yang saat ini sudah mencapai 5,7 juta jiwa, Kalbar sebenarnya telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan.
Hanya saja, masih ada potensi-potensi alam yang belum digali kemanfaatannya untuk masyarakat Kalbar.
"Kita bicara investasi, bicara kalimantan Barat itu penghasil CPO terbesar di Indonesia," kata Sutarmidji.
Baca: Darwis: Pikiran Jokowi Sedang Berat
Baca: Klasemen Liga 2 Sabtu (19/10): Syarat PSMS Medan & Persis Solo Raih Tiket 8 Besar Kualifikasi Liga 1
Ia menuturkan, bauksit, kelapa sawit, karet dan kelapa merupakan sumber daya alam yang telah memberikan nilai lebih bagi perekonomian nasional, khususnya untuk pendapatan daerah.
Kata Sutarmidji, khusus di produksi bauksit, setidaknya Kalbar bisa mengekspor hingga 2 juta ton ke luar negeri.
"Masalahnya regulasi antara pusat dan daerah kadang tidak singkron. Misal harga masuk mobil kita ke sana (malaysia) bisa 500 ribu per hari. Setiap hari itu mobil malaysia yang ke Indonesia hanya 2, tapi kita 10 kali, jadi lebih banyak keluar (biaya)," ujarnya.
Untuk itu, Sutarmidji mengaku pemerintahan yang dipimpinnya harus menyiapkan plan yang tepat dan terukur.
Di kabupaten Pontianak misalnya. Daerah ini dianggap penting sebagai pusat perekonomian karena berdiri pelabuhan serta sentra-sentra ekonomi rakyat yang bersumber dari desa.
"Maka kita bicara hulu ke hilir, harus ada peningkatan infrastruktur. Untuk mengolah bauksit itu listrik berbiaya mahal dibanding industri di malaysia. Sama dengan sawit, perkebunan sawit sulit berkembang dengan malaysia," ujarnya.
Selain hasil produksi daerah berupa bauksit maupun kelapa sawit, sektor kehutanan dan pertanian juga menjadi pendukung ekonomi masyarakat Kalbar. Sutarmidji mengaku mendukung, program sertifikat tanah yang diberikan kepada warga dari pemerintah pusat.
Program ini di Kalbar disebut dengan istilah Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA). Program ini selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengolah lahan yang tepat sasaran dan produktif sebagai implementasi program desa mandiri. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak