Ikut Khataman Quran Massal, Edi Kamtono Harap Tak Ada Lagi Umat Muslim Pontianak Buta Baca Quran

Ribuan peserta Khataman quran tampak khidmat dan khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran pada gelaran Khataman Alquran massal

Ikut Khataman Quran Massal, Edi Kamtono Harap Tak Ada Lagi Umat Muslim Pontianak Buta Baca Quran
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan sertifikat Khataman Alquran massal usai digelarnya Khataman Alquran massal yang diselenggarakan dalam rangkaian acara memperingati hari jadi kota Pontianak ke-248 di Masjid Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (19/10/2019) pagi. Khataman massal ini diikuti 4.826 siswa SD,  447 Madrasah Ib dan 1.123 Majelis Taklim, dengan total peserta berjumlah 6.396. 

Ikut Khataman Quran Massal, Edi Kamtono Harap Tak Ada Lagi Umat Muslim Pontianak Buta Baca Quran

PONTIANAK - Ribuan peserta Khataman quran tampak khidmat dan khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran pada gelaran Khataman Alquran massal yang dilaksanakan oleh Pemkot Pontianak di Masjid Raya Mujahidin Kota Pontianak. Selasa (19/10/2019).

Para Peserta sebagian besar berasal dari siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Selain itu ikut serta juga peserta dari berbagai anggota Majelis Taklim se-Kota Pontianak.

Ayat demi ayat terdengar sangat bergemuruh kala dibacakan secara bersama-sama oleh sekitar 6500 peserta yang hadir.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi antusias para peserta Khataman Massal yang rutin digelar setiap tahun menyambut Hari Jadi Kota Pontianak.

Baca: FOTO: Khataman Alquran Massal Semarakkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-248

Baca: VIDEO: Ribuan Pelajar SD/MI Ikuti Khataman Quran Massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Baca: Pemkot Pontianak Kembali Khataman Massal Libatkan Ribuan Pelajar

Dirinya berharap kegiatan tersebut khususnya pada umat Muslim di Pontianak, tidak ada lagi ada lagi yang buta huruf dalam membaca Al Quran.

"Semuanya bisa membaca Al Quran sebagai kitab suci yang menjadi pedoman untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Jika itu terwujud, Edi meyakini semua hikmah yang terkandung dalam Alquran tentang kebaikan, budi pekerti, bagaimana sopan santun dengan orang tua dan sebagainya akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"khataman massal ini menjadi kegiatan rutin dengan harapan anak-anak atau siswa tidak hanya khatam sekali seumur hidupnya, tetapi berkali-kali," ujarnya.

Ia mengatakan diwaktu mendatang tidak ada lagi ditemukan ada anak di Kota Pontianak yang belum bisa membaca Al Quran.

Pihaknya akan memberi kemudahan bagi anak-anak yang mengantongi sertifikat khatam Al Quran untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kalau anak sudah pada tingkatan hafiz, kemudahan dan kelebihan akan mereka terima. Seperti beasiswa atau mereka berhak memilih sekolah mana yang mereka inginkan sebagai bentuk motivasi terhadap siswa tersebut.

"Pelajar yang beragama Islam harus khatam Al Quran. Sehingga Al Quran tidak menjadi pajangan, tetapi dibaca, dipahami dan diamalkan," pungkasnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved