Kecelakaan Natar

FAKTA Baru Kecelakaan Tol Lampung, Kisah 2 Bocah Perempuan Selamat saat 4 Orang Terbakar dalam Mobil

FAKTA baru musibah tragis yang merenggut sejumlah nyawa dalam peristiwa mobil terbakar di Tol Lampung pada Sabtu, 19 Oktober 2019 sekitar pukul 06.32

FAKTA Baru Kecelakaan Tol Lampung, Kisah 2 Bocah Perempuan Selamat saat 4 Orang Terbakar dalam Mobil
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Vania (9) terbaring lemah di RS Mardi Waluyo Metro, Sabtu (19/8/2019). Vania dan adiknya selamat dalam kecelakaan maut di Tol Lampung Km 96, Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/8/2019) pagi. Dalam peristiwa itu empat korban tewas, termasuk kedua orangtua Vania. 

Awalnya, mobil Honda Civic itu melaju dari arah Bandar Lampung menuju Terbanggi Besar.

Sesampainya di lokasi kejadian, kata dia, sopir mobil diduga mengantuk dan menabrak bagian belakang truk dengan nopol BH 8794 HP yang melaju di jalur lambat di depannya.

"Kendaraan sedan terbakar. Sebanyak 4 penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar M Kasyfi Mahardika, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Sebanyak 4 orang korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara Bandar Lampung.

Sementara, 2 korban luka dibawa ke RS Mardi Waluyo Kota Metro.

"Untuk korban meninggal dunia, ada 4 orang dan sudah dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.

Korban meninggal merupakan penumpang mobil sedan yang terbakar.

Korban meninggal di lokasi kejadian.

3. Identitas korban

Berikut identitas korban meninggal dalam peristiwa sekeluarga tewas terpanggang dalam mobil di Tol Lampung.

1. Hadi Prayitno (40) (suami)

2. Elisabet Yora (37) (istri)

3. Kris (42) (keponakan)

4. Mikail (7) (anak).

Sedangkan, korban luka:

1. Vania (2) (anak)

2. Pricilia (9) (anak).

Kejadian lakalantas yang terjadi di KM 96 ini menambah daftar panjang lakalantas yang terjadi di jalur tol ruas Bakauheni - Terbanggi.

Dari data Sat Lantas Polres Lampung Selatan selama Januari-Septermber saja ada 30 kecelakaan di jalur tol.

Dengan jumlah korban meninggal 14 orang, luka berat 27, dan luka ringan 31 orang.

Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp.3,257 miliar.

4. Ibu histeris

Seorang ibu paruh baya langsung menangis histeris sesaat setelah tiba di Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Bandar Lampung, Sabtu (19/10/2019).

Usut punya usut, ibu tersebut merupakan ibu kandung dari Hadi Prayitno (40), seorang korban tewas dalam kejadian tragis mobil terbakar di Tol Lampung Km 96 sekira pukul 06.32 WIB.

Pantauan Tribunlampung.co.id, di area tunggu Instalasi Forensik RS Bhayangkara, mengenakan baju berwarna ungu dan celana panjang berwarna biru, ibunda Hadi sontak menangis histeris hingga terduduk di kursi tunggu.

"Astagfirullah, ta' (saya) telepon dari kemarin gak ngangkat-ngangkat, gak tahu ke mana anakku ini," ucap ibunda Hadi itu.

Tangisan histeris ibunda Hadi coba ditenangkan oleh keluarga dan para perawat RS Bhayangkara.

Hingga saat ini, 4 korban yang tewas dalam peristiwa tragis itu masih dalam proses identifikasi di ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara.

5. Dapat firasat

Seorang keluarga korban mobil terbakar di Tol Lampung, sempat merasakan firasat yang tidak mengenakkan.

Satu keluarga asal Kampung Talang, Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, mengalami kecelakaan di Tol Lampung Km 96 sekira pukul 06.32 WIB, setelah mobil Honda Civic BE 1230 BK yang ditumpangi mereka menabrak truk lalu ludes terbakar.

Dalam peristiwa itu, 4 korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.

Kakak ipar Elisabet, Erni (32) mengatakan, sejak Jumat (18/10/2019), dirinya merasakan kedutan mata tak henti-henti.

"Saya nggak tahu kenapa, mata saya kedutan terus, sampai dapat kabar baru berhenti," ujar Erni, saat ditemui di area tunggu Instalansi Forensik RS Bhayangkara, Sabtu (19/10/2019).

Erni menceritakan, adik iparnya tersebut akan kembali ke Bandar Lampung dari menghadiri undangan pernikahan di Kotabumi, Lampung Utara.

Setelah itu, terus Erni, adik iparnya tersebut berpamitan akan pergi sebentar.

"Bilang mau pergi sebentar, tapi kok bawanya satu koper gede, ternyata dia (Hadi dan keluarga) mau pulang," lirih Erni.

"Iya, kayaknya dia (Hadi) pulang karena mau ngantor. Dia tinggalnya di Sumur Putri (Telukbetung)," imbuh Erni.

6. Dapat santunan Jasa Raharja

Empat Korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran mobil sedan silver di Tol Candimas Natar Lampung Selatan Km 96 sekitar pukul 06.32 akan diberikan santunan senilai Rp 50 juta oleh Jasaraharja.

Hal itu disampaikan oleh Kabag Operasional Jasa Raharja Cabang Lampung Benyamin Bob Panjaitan seusai melihat kondisi korban di RS Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu (19/10/2019).

"Sampai sejauh ini korban meninggal ada empat orang, dan masih dalam proses identifikasi."

"Untuk korban yang meninggal ini kita akan berikan santunan 50 juta kepada ahli waris," ungkap Benyamin.

Kemudian, terus dia, bagi korban yang tidak memiliki ahli waris, akan diberikan santuan biaya pemakaman.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keterangan resmi pihak kepolisian untuk mengetahui hasil indetifikasi sejumlah korban.

Jika sudah dinyatakan secara resmi oleh pihak kepolisian, pihaknya akan segera memberikan santunan tersebut.

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, saat ini, keluarga korban sedang menunggu hasil proses visum dokter yang menangani ke empat korban itu.

7. Baru selesai bangun rumah

Hadi Prayitno (40), seorang korban tewas dalam kejadian tragis mobil terbakar di Tol Lampung Km 96 sekira pukul 06.32 WIB, Sabtu (19/10/2019), ternyata baru saja selesai membangun rumah untuk keluarga kecilnya.

Hal tersebut disampaikan Hemna, yang mengaku sebagai orangtua angkat Hadi, yang tinggal berdekatan di Talang, Sumur Putri, Telukbetung Selatan.

"Hadi itu baru bangun rumah, baru saja (selesai)."

"Dulu dia mikirnya, daripada ngontrak terus, mending beli tanah dan bangun rumah di sana (Sumur Putri)," ungkap Hemna di RS Bhayangkara, Bandar Lampung, Sabtu (19/10/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, Hadi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Kota Bandar Lampung itu.

8. Pegawai loyal

Hadi Prayitno (40), salah seorang korban tewas dalam kejadian tragis mobil terbakar di Tol Lampung Km 96 sekira pukul 06.32 WIB, Sabtu (19/10/2019), dinilai merupakan pegawai yang memiliki kinerja baik dan loyalitas tinggi.

Hal tersebut diungkapkan salah satu rekan kerja Hadi, yang juga Kasi Pengembangan Program dan Sumberdaya Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Lampung, Hartadi, saat ditemui di RS Bhayangkara, Bandar Lampung, Sabtu (19/10/2019).

"Dia (Hadi) itu orangnya bagus, kinerjanya baik dan loyalitasnya tinggi, orangnya maniak dalam bekerja," ujar Hartadi, Sabtu (19/10/2019).

Hartadi mengaku, terakhir bertemu Hadi pada Jumat, 18 Oktober 2019, dan sekaligus menjadi pertemuan terakhir, di Kantor BP PAUD dan Dikmas Lampung.

"Kemarin (Jumat) saya baru ketemu, sorenya dia (Hadi) berangkat kondangan kayaknya," ucap Hartadi.

"Saya juga setengah tidak percaya dengan kabar yang diterima tadi lewat WA (Whatsapp), dikabarkan bahwa Hadi kecelakaan di tol," jelas Hartadi.

Hartadi pun merasa kehilangan sosok pekerja keras di lingkungan BP PAUD dan Dikmas Lampung.

9. Ditolong guru

Dian Jani Prasinta adalah salah satu sosok yang berjasa menolong korban luka dalam kecelakaan maut di Tol Lampung Km 96 Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/8/2019).

Guru SDN 1 Pinang Jaya, Kemiling, Bandar Lampung ini melarikan dua bocah ke rumah sakit.

Kedua bocah itu adalah Vania (9) dan adik bungsunya, Pricillia Saronka (2).

Mobil Honda Civic abu-abu BE 1230 BK yang ditumpangi Vania terbakar hebat setelah menabrak bagian belakang truk BH 8794 HP yang melaju di jalur lambat.

Dalam peristiwa itu, Vania kehilangan kedua orangtuanya, Hadi Prayitno (40) dan Elisabeth Yona (37), warga Kampung Talang, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Selain itu, Vania juga kehilangan adik keduanya, Mikail (7).

Satu korban lain adalah Kris (43), keponakan Hadi.

Ditemui Tribunlampung.co.id di IGD RS Mardi Waluyo, Metro, Dian menceritakan saat itu hendak pergi ke Metro untuk mengikuti Pelatihan Profesi Guru (PPG).

"Saya itu mau PPG ke Metro pagi tadi sama teman saya, Resti Fani. Lalu saya lihat ada mobil terbakar," kata Dian.

Dian pun secara spontan turun dari mobil dan mendatangi kedua bocah malang itu di tepi jalan.

Saat itu, keduanya menangis dengan wajah penuh darah.

Dian langsung mengantarkan keduanya ke RS Mardi Waluyo Metro.

Setiba di rumah sakit, kedua korban langsung mendapat perawatan intensif.

"Kaget dan sedih melihatnya. Jadi semua kegiatan PPG hari ini saya tinggalkan," kata Dian.

Peristiwa mobil terbakar di Tol Lampung terjadi pada Sabtu, 19 Oktober 2019 sekitar pukul 06.32 WIB, membuat dua orang anak kehilangan orangtua. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo/bayu saputra/kiki)

Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved