Bea Cukai Entikong Gagalkan Upaya Penyelundupan 440 Ekor Burung Kacer

Bea Cukai Entikong menggelar press release terkait digagalkanya upaya penyelundupan 440 ekor burung kacer

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana press release terkait digagalkannya upaya penyelundupan 440 ekor burung kacer yang disembunyikan dalam 23 kotak plastik di Dusun Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Rilis berlangsung di Kantor Bea Cukai Entikong, Jumat (18/10/2019). 

Bea Cukai Entikong Gagalkan Upaya Penyelundupan 440 Ekor Burung Kacer

SANGGAU - Bea Cukai Entikong menggelar press release terkait digagalkanya upaya penyelundupan 440 ekor burung kacer yang disembunyikan dalam 23 kotak plastik di Dusun Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Rilis berlangsung di Kantor Bea Cukai Entikong, Jumat (18/10/2019).

Ratusan ekor kacer yang diamankan pada Rabu (16/10/2019) itu diselundupkan pelaku berinisial warga Entikong inisial AA.

Pelaku pun sudah diintai sejak beberapa hari setelah masyarakat menginformasikan akan ada penyelundupan kacer dalam jumlah banyak dari jalur tikus di Segumon.

"Rabu sekitar jam 4 subuh datang tiga ojek motor kemudian disusul satu mobil yang dikemudikan AA ke arah batas Segumon. Tim kami bersama warga kemudian menunggu AA kembali dari batas. Sekitar jam 6 pagi mobil itu kembali dari batas. Kemudian kami cegat dan dari pemeriksaan kendaraan didapati 440 ekor kacer ilegal,"kata Kepala Bea Cukai Entikong Dwi Jogyastara melalui rilisnya, Jumat (18/10/2019).

Baca: Satgas Pamtas 643/Wns Amankan 210 Ekor Burung Kacer Yang Dibawa Lewat Jalur Tikus

Baca: Bea Cukai Amankan Burung Kacer dari Malaysia

Baca: Penumpang Bus Bawa 200 Ekor Burung Kacer dari Malaysia

Dikatakanya, untuk meloloskan burung kacer tersebut, pelaku menggunakan jasa ojek dari Mongkos (Malaysia) pada malam hari menuju Dusun Segumon di Sekayam.

Berdasarkan keterangan AA, Ia sudah lima kali membawa kacer melalui perbatasan untuk dijual ke pengepul burung di Pontianak. "Terhadap AA kami naikan prosesnya ke tahap penyidikan untuk memberi efek jera, agar tidak ada lagi pemasukan satwa ilegal melalui Segumon. Penindakan ini untuk mencegah terulangnya aksi serupa yang mengakibatkan satwa tersebut mati,"tegasnya.

Sementara itu, untuk penanganan lebih lanjut barang bukti 440 ekor kacer dititipkan ke Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong selama proses hukum berjalan.

Kepala SKP Entikong, Yongki Wahyu Setiawan menyampaikan, Dari 440 kacer yang masih hidup dilakukan penyisihan untuk barang bukti di persidangan.

"Sedangkan bangkai kacer yang sudah mati, ini kan sebagian besar pada mati. Kita lakukan pengawetan kemudian kita simpan di frezer, sampai ada putusan pengadilan untuk dilakukan pemusnahan oleh penyidik Bea Cukai Entikong,"pungkasnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved