Retech Solution Indonesia Milik Pemuda Bengkayang Terpilih Ikuti Konferensi Inovasi Global di Jerman

Konferensi ini diikuti oleh puluhan negara anggota PBB yang tergabung dalam Lembaga Friedrich Naumann Foundation

Retech Solution Indonesia Milik Pemuda Bengkayang Terpilih Ikuti Konferensi Inovasi Global di Jerman
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wijanarko juga menjabat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer Retech Solution Indonesia start up yang baru dibentuk oleh beberapa pemuda asal Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang 

Retech Solution Indonesia Milik Pemuda Bengkayang Terpilih Ikuti Konferensi Inovasi Global di Jerman

PONTIANAK - Wijanarko adalah Pemuda Desa Sungai Duri Kabupaten Bengkayang yang tergabung dalam Retech Solution Indonesia yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Konferensi Inovasi Global di Berlin, Jerman pada tanggal 6 November 2019 mendatang.

Wijanarko juga menjabat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer Retech Solution Indonesia

Ia mengatakan Konferensi ini diikuti oleh puluhan negara anggota PBB yang tergabung dalam Lembaga Friedrich Naumann Foundation yang merupakan Lembaga khusus menangani teknologi, riset, sosial, dan pemerintahan.

Baca: Dukung Pelaku Start Up, Pemkot Sediakan Co Working Space Start Up Hub Kota Pontianak

Adapun topik pada konferensi tersebut adalah bagaimana peran teknologi dan inovasi dalam menjawab permasalahan sosial di dalam masyarakat pada suatu negara.

Retech Solution Indonesia merupakan perusahaan rintisan (start up) yang baru dibentuk pada tanggal 1 Januari 2019 oleh beberapa pemuda asal Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

Retech Solution Indonesia sendiri merupakan start up jasa konsultansi yang fokus menangani permasalahan bidang lingkungan hidup, energi, dan pertanian.

" Ide awal dalam merintis didapatkan dari melihat banyaknya permasalahan lingkungan hidup terutama dalam pengelolaan sampah dan air bersih yang tak kunjung selesai di negara Indonesia ini ," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan beberapa pemangku kepentingan yang berkewajiban menangani masalah tersebut kurang melakukan koordinasi dan sinergitas dengan pemangku kepentingan lainnya sehingga penanganan menjadi lambat dan tidak tepat sasaran.

Oleh karena itu sangat diperlukan manajemen pengelolaan yang baik dan sinergis agar diperoleh hasil yang optimal.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved